Karhutla Ratusan Hektare di Gunung Lawu Diduga Akibat Aktivitas Pembuatan Arang

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu diduga akibat kelalaian manusia. Dia menyebut, sementara ini, dugaan penyebab kebakaran adalah akibat aktivitas pembuatan arang.

Bergas menerangkan, relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman di lereng Gunung Lawu sudah memeriksa bekas titik api. “Teman-teman relawan menemukan titik pembakaran pembuatan arang. Jadi ditemukan pacul dan tempat pembuatan arang yang bocor,” ungkapnya ketika diwawancara, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga
  • Belum Butuh Bantuan Asing, Menko Dudung: Negara Kita Masih Sanggup Padamkan Karhutla
  • Karhutla di Gunung Lawu Meluas, Lahan Terdampak Capai 230 Hektare
  • Karhutla Landa Kawasan Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi

Dia menambahkan, hal itu mengindikasikan terdapat warga yang terlibat dalam aktivitas pembuatan arang tersebut. “Namun kita belum tahu masyarakatnya siapa nih. Tapi ditemukan ada pacul di situ. Berarti kan ada manusianya nih, dan pembuatan arang ini masih terbakar posisinya,” ucapnya.

Menurut Bergas, temuan tersebut masih akan didalami lagi. Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mengungkapkan, pihaknya sudah mulai menyelidiki dugaan penyebab karhutla di lereng Gunung Lawu. “Saat ini Puslabfor sedang mengambil beberapa langkah, antara lain tanah yang ada di sana atau beberapa alang-alang, itu diambil. Tapi masih berproses,” kata Roy ketika diwawancara di Kota Semarang, Selasa.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kemungkinan, kecurigaan kita kemarin untuk yang di Karanganyar atau Gunung Lawu itu (akibat) human error. Karena di daerah kaki gunung, lereng,” tambah Roy.

Menurut Bergas Catursasi Penanggungan, titik api di lereng Gunung Lawu sebenarnya sudah sempat berkurang. Namun pada Selasa, titik api bertambah banyak. “Sore atau malam kemarin ada 10 (titik api). Hari ini berdasarkan data SiPongi ada 36 titik,” katanya.

Bergas mengungkapkan salah satu penyebab meluasnya titik api adalah embusan angin yang cukup kuat. “Saat ini luasan terbakar dan bekas terbakar 230 hektare. Ini termasuk yang masih menyala,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar diketahui telah menetapkan status tanggap darurat untuk karhutla di lereng Gunung Lawu pada Sabtu (17/10/2026). Setelah penetapan tersebut, unsur-unsur pemerintah pusat turut dikerahkan guna memadamkan kebakaran di sana.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Politikus Australia Ditabrak Disengaja, Kehilangan Satu Kakinya
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Biasa Dapat Peran Rebel, Kevin Ardilova Kini Tantang Diri Jadi CEO Muda di Main Belakang
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Bhayangkara FC Waspadai Kebangkitan PSIM Yogyakarta di Liga 1
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wali Kota Singkawang Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat demi Ekonomi Lokal
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
PB PJSI kirim satu atlet ke Youth Olympic Games 2026 di Senegal
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.