Jaakrta, tvOnenews.com – Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah terus mempercepat akselerasi kualitas pendidikan nasional melalui dua pilar utama, yakni revitalisasi fisik satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perbaikan sarana fisik dan penyediaan teknologi modern merupakan strategi terintegrasi untuk menghadirkan layanan belajar mengajar yang adaptif serta bermutu tinggi di seluruh pelosok negeri.
“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,” ujar Abdul Mu’ti, dalam keterangan yang diterima tvOnenews.com, Selasa (20/10/2026).
Revitalisasi: Jangkau 8,4 Juta Siswa di 38 Provinsi
Pada tahun 2025 lalu, program revitalisasi berhasil menembus 16.167 satuan pendidikan—melampaui target awal sebesar 10.440 sekolah—serta memberi dampak langsung kepada lebih dari 4,2 juta siswa.
Melanjutkan keberhasilan tersebut, pada tahun 2026 pemerintah melipatgandakan sasaran revitalisasi hingga mencapai 51.744 satuan pendidikan di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 6.481 kecamatan.
Prioritas utama diarahkan pada sekolah dengan tingkat kerusakan berat, daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta wilayah terdampak bencana.
Hingga 28 September 2026, bantuan fisik telah berhasil disalurkan ke 38.586 sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi 8,45 juta siswa.
Tak hanya itu, program ini turut menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal dalam proses perbaikan bangunan.
- AYIMUN.
Digitalisasi Pembelajaran: 289 Ribu Sekolah Terima Papan Interaktif Digital
Sisi lain penataan pendidikan difokuskan pada pemanfaatan teknologi ruang kelas. Laporan perkembangan Kemendikdasmen per September 2026 mencatat sekitar 289 ribu satuan pendidikan telah menerima paket perangkat digital sejak 2025.
Bantuan teknologi tersebut mencakup Papan Interaktif Digital (PID) atau interactive flat panel (IFP), laptop, hingga media penyimpanan eksternal guna menunjang kreativitas guru dan partisipasi aktif siswa.
“Kehadiran PID ini berguna untuk memudahkan semuanya dalam menimba ilmu, membuat proses belajar menjadi lebih menarik, serta kaya akan kreativitas dengan pola interaktif,” jelas Mu’ti.
Guna mengoptimalkan fasilitas ini, pemerintah memastikan penyediaan perangkat digital diimbangi dengan pemerataan akses listrik, jaringan internet, serta pelatihan kapasitas bagi para tenaga pendidik.




