Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima rekomendasi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk meningkatkan perhatian terhadap kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rekomendasi ini didasarkan pada hasil studi yang menunjukkan bahwa kualitas makanan berkaitan dengan semangat belajar siswa penerima manfaat.
Anggota DEN Firman Hidayat mengatakan, temuan tersebut berasal dari studi yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) sejak September 2025.
Advertisement
"Jadi dalam Susenas (yang dilakukan sejak September 2025) ini, ini meng-cover seluruh Indonesia gitu ya. Salah satu pertanyaannya adalah melihat bagaimana outcome dari program MBG ini terhadap absensi siswa di sekolah, semangat belajarnya, dan rasa laparnya gitu ya," kata Firman usai rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Hasil studi menunjukkan, kualitas menu menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan semangat belajar siswa. Sebanyak 95 persen siswa penerima MBG menyatakan semangat belajar mereka lebih tinggi ketika mendapatkan menu berkualitas sangat baik. Sebaliknya, semangat belajar menurun ketika kualitas makanan buruk.
"Ternyata penerima MBG semangat belajarnya meningkat gitu kan, tetapi ada syaratnya gitu ya, ketika kualitasnya itu kualitas menunya itu baik gitu kan. Ketika kualitas menunya sangat baik, 95 persen siswa penerima MBG mengatakan mereka semangat belajarnya lebih tinggi. Tetapi memang ketika kualitas menunya jelek, itu angkanya drop sangat rendah gitu kan," jelasnya.
Atas temuan tersebut, DEN merekomendasikan agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap kualitas menu MBG, mengingat kaitannya dengan rasa lapar dan semangat belajar siswa.
"Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG gitu kan, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah," sambung Firman.




