jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Hingga 19 Oktober 2026, Baznas telah melakukan pemadaman di 12 titik serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat dan petugas terdampak.
BACA JUGA: Tekan Karhutla, Kemenhut Maksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman, pemenuhan kebutuhan dasar petugas dan relawan, serta perlindungan masyarakat dari dampak asap.
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap,” ujar Idy dalam keterangannya, Selasa (20/10).
BACA JUGA: Atasi Karhutla, Satgas Gabungan Gelar OMC Dry Ice di Sumsel
Pemadaman dilakukan di 12 titik, antara lain Jalan Golf Ujung dan Jalan Lingkar Selatan di Banjarbaru, Desa Parit Baru dan Desa Wonodadi 2 di Kubu Raya, serta Jalan Alson 3 di Palangka Raya. Tim juga menangani kebakaran di Kutai Timur, Berau, Mamuju Tengah, dan Kotawaringin Timur.
Dalam operasi tersebut, Baznas mengerahkan 51 personel Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB), didukung satu mobil penyelamat, tujuh mobil operasional, dan dua sepeda motor.
BACA JUGA: 100 Penggerak Zakat menerima Penghargaan di Grand Baznas Awards 2026
Selain pemadaman, Baznas mendirikan 13 titik layanan dapur air untuk menyediakan air minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan.
Baznas juga menyalurkan makanan siap saji dan multivitamin di Samuda, Kotawaringin Timur, serta Kelurahan Raja, Pangkalan Bun. Bantuan masker didistribusikan di 27 lokasi, termasuk permukiman warga, sekolah, dan pondok pesantren yang terdampak asap.
Selain bantuan kebutuhan dasar, Baznas menyalurkan air bersih di sembilan titik di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, termasuk Ogan Ilir dan Banyuasin.
Baznas juga mempersiapkan operasional Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Idy mengatakan penanganan karhutla telah berlangsung sejak 28 Juli 2026 dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Baznas berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan relawan untuk mendukung pemadaman serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Sinergi berbagai pihak sangat diperlukan dalam penanganan bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung petugas dan relawan di lapangan,” pungkasnya. (jlo/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




