Liputan6.com, Jakarta - Warga bernama Sadianti sempat mengira suara benturan keras di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026) dini hari berasal dari tawuran. Namun, setelah memeriksa sumber suara, warga mendapati sejumlah korban kecelakaan mobil Pajero.
"Tahu-tahu, masih ada anak-anak pada nangis. Saya dengar suara seperti benda jatuh, keras sekali, terus seperti suara pecahan kaca. Saya pikir itu tawuran," kata Sadianti saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (20/10/2026).
Advertisement
Menurut Sadianti, suara benturan tersebut terdengar ketika sebagian besar warga sedang tidur. Suaminya bersama anak mereka kemudian keluar rumah untuk memeriksa sumber suara dan mendapati seorang korban tergeletak di dekat mobil yang terlibat kecelakaan.
Warga kemudian mengetahui bahwa seorang anak tertabrak mobil. Sadianti bersama suaminya turut membantu membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mampang.
Ia mengatakan korban sempat menunjukkan respons setelah kejadian. Korban bahkan sempat bangun dan duduk sebelum dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Sadianti mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi pengemudi maupun penyebab kecelakaan karena berfokus menolong korban. Sementara itu, warga lain menangani pengemudi di lokasi kejadian.
Menurut Sadianti, terdapat tiga korban dalam kecelakaan tersebut. Seorang pelajar berinisial ATM (14) meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka.
"Saksi, ya, itu korban. Ada tiga korban jadinya. Yang satu kan tuh meninggal. Yang dua ini masih ada kan, luka-luka biasa aja," ujarnya.
Ia menuturkan ketiga korban sedang duduk bersama sambil bermain gim ketika kecelakaan terjadi. Salah satu korban diketahui merupakan pelajar kelas IX SMP Negeri 43 Jakarta.
Sadianti menyebut kecelakaan serupa baru pertama kali terjadi di lingkungan tersebut.




