Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (20/10). IHSG ditutup di level 5.278,89, naik 282,28 poin atau 5,65% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan tersebut melampaui posisi IHSG pada penutupan sesi pertama yang naik 4,15% atau 208,02 poin ke level 5.024,63. Sebelumnya, pasar modal Indonesia menghadapi tekanan besar yang dipicu kekhawatiran terhadap perubahan status indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG sempat dibuka pada level 4.980,16, yang sekaligus menjadi posisi terendah sepanjang perdagangan. Namun, indeks kemudian bergerak naik dan melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 670 saham menguat, 99 saham melemah. Sedangkan 30 saham lainnya tidak bergerak.
Adapun volume transaksi perdagangan sepanjang hari mencapai 546,64 juta lot dengan frekuensi sebanyak 2,5 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 9.307 triliun.
Sementara total nilai transaksi mencapai Rp 26,54 triliun. Sejalan dengan penguatan IHSG, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainer.
Di sisi lain, penguatan indeks ini terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi dua saham dengan volume perdagangan terbesar.
Investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 2,19 triliun pada perdagangan hari ini. Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, nilai jual bersih asing mencapai Rp 92,11 triliun.
Saham GOTO menjadi yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan volume, yakni mencapai 8,54 miliar lembar atau sekitar 15,57% dari total volume saham. Berikutnya, BUMI mencatat volume 7,63 miliar lembar atau 13,92%.
Saham lain yang masuk daftar sepuluh besar berdasarkan volume perdagangan adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebanyak 1,93 miliar lembar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 1,91 miliar lembar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 1,23 miliar lembar.
Sementara itu, berdasarkan nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan nilai Rp 6 triliun, setara 22,68% dari total nilai perdagangan saham. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 1,88 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 1,43 triliun.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga ramai diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 1,34 triliun. Adapun BUMI mencatat nilai transaksi Rp 967 miliar.
Dari sisi frekuensi, BBCA menjadi saham yang paling sering ditransaksikan, yakni sebanyak 165.220 kali. BBRI menyusul dengan 116.823 kali transaksi, sedangkan BUMI tercatat sebanyak 93.213 kali.




