tvOnenews.com - Dulu, membawa Tamagotchi berarti memiliki tanggung jawab kecil di dalam saku. Pemiliknya harus memberi makan, merawat, dan memastikan karakter digital di layar tetap hidup. Kini, konsep perangkat mungil yang selalu dibawa ke mana-mana mendapatkan kemungkinan baru. Bukan lagi untuk memelihara karakter virtual, melainkan untuk berinteraksi dengan kecerdasan buatan.
Perubahan itu terlihat dari langkah Meta memperkenalkan Muse Charm dalam ajang Meta Connect 2026. Perangkat berukuran kecil ini dirancang agar pengguna bisa berbicara dengan asisten AI tanpa harus lebih dulu membuka ponsel atau menjalankan aplikasi. Bentuknya mengingatkan pada mainan digital klasik, tetapi tujuan penggunaannya jauh berbeda.
Gagasan tersebut sekaligus menunjukkan arah baru persaingan teknologi. Perusahaan tidak lagi hanya berlomba menghadirkan AI yang semakin pintar di dalam aplikasi, tetapi juga mencari cara agar teknologi itu bisa diakses lebih cepat dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya, apakah perangkat khusus seperti Meta Muse Charm benar-benar dibutuhkan ketika ponsel sudah memiliki banyak fitur AI?
Dari Mainan Digital ke Gadget yang Selalu Siap Diajak Bicara
Kemiripan dengan Tamagotchi menjadi daya tarik visual Muse Charm, tetapi bukan itu fungsi utamanya. Jika mainan digital generasi lama bergantung pada interaksi untuk merawat karakter, perangkat Meta ini dikembangkan sebagai pintu akses ke Muse, asisten AI personal milik perusahaan tersebut.
Dalam laporan Reuters mengenai pengumuman di Meta Connect 2026, perangkat ini disebut memiliki layar sentuh berukuran sekitar dua inci dan dukungan konektivitas 5G. Ukurannya yang ringkas membuatnya dirancang untuk dibawa sebagai aksesori, termasuk digantung pada gantungan kunci.
Mark Zuckerberg menjelaskan gagasan di balik perangkat tersebut saat memperkenalkannya. “Kami memasukkan seluruh pengalaman Muse, termasuk sistem suara real-time dan avatar, ke dalam perangkat yang cukup kecil untuk digantung di keychain dan selalu siap diajak bicara,” ujarnya.
Interaksi juga dirancang agar tidak membutuhkan banyak langkah. Menurut demonstrasi yang dilaporkan MacRumors, pengguna dapat menyentuh sensor sidik jari di bagian sudut perangkat untuk mulai berbicara, tanpa harus membuka kunci ponsel atau menjalankan aplikasi.




