Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandung Usia 3 Tahun, Hasil Visum Korban Bikin Kaget

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Dugaan pencabulan terhadap anak kandung berusia tiga tahun yang diduga dilakukan seorang dokter di Kota Bandung terungkap setelah korban mengalami luka pada alat kelamin dan dinyatakan terinfeksi gonore.

Kasus tersebut kini ditangani Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Barat. Sementara, keberadaan korban dilaporkan belum diketahui setelah diduga dibawa ayahnya sejak 28 September 2026.

BACA JUGA: Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Berjilbab, RI Diminta Bersikap

Kuasa hukum korban dari Jabar Bantuan Hukum Debi Agusfriansa mengatakan peristiwa tersebut terungkap saat ibu korban berinisial MS didatangi oleh anaknya dan memeragakan adegan dewasa. Dengan rasa kaget, dia mengatakan ibu korban menanyakan kepada anaknya bagaimana bisa mengetahui hal itu.

"Anaknya menjawab tahu dari handphone papa. Lalu selang beberapa hari anaknya merasakan sakit untuk buang air kecil, lalu ditanya sama ibunya dan cek di kemaluan sang anak dan ditemukan luka lebam," kata Debi saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).

BACA JUGA: Belasan Mahasiswi Unpas Bandung Diduga Jadi Korban Dosen Cabul, Desak Kampus Usut Tuntas

Selanjutnya, ibu korban membawa anaknya ke dokter dan ditemukan luka robekan di kemaluan anaknya. Kemudian, anaknya bercerita ayahnya berinisial IS pernah memasukan jarinya ke kemaluan sang anak.

"Setelah itu dokter menyarankan untuk visum. Akhirnya ditemukan juga penyakit kelamin gonore," ucapnya.

BACA JUGA: Polisi Tahan Pria Cabul di Situbondo yang Menggagahi Bocah

Dia menuturkan ibu korban menangis dan gemetar melihat perilaku suaminya tersebut hingga ibu korban pulang ke rumah orang tuanya membawa anaknya.

"Sempat dilaporkan ke polsek akan tetapi belum ada tindak lanjut. Anaknya bercerita bahwa peristiwa itu terjadi di rumahnya dan selain itu juga pernah di hotel," tuturnya.

Dia menyebut korban diajak ke hotel oleh ayahnya sambil mengimingi-imingi mainan ke anaknya sebelum melakukan aksi bejatnya. Pertengahan 2026, orang tua korban mengajukan perceraian ke pengadilan negeri dan diputus cerai Senin (19/10).

"Semenjak 28 september 2026 terduga pelaku membawa kabur korban hingga saat ini belum ditemukan. Di tanggal yang sama juga 28 September 2026 ibu korban melaporkan peristiwa ini ke Direktorat PPA Polda Jabar," sebutnya.

Ada pun ayah korban berprofesi sebagai dokter dan mempunyai klinik mandiri di dekat rumahnya di wilayah Kota Bandung. Kabarnya dokter tersebut berafiliasi dengan salah satu rumah sakit swasta besar di Bandung. (mcr27/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cabuli Santriwati Berkali-Kali, Oknum Kiai di Pati Masuk Bui


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manchester United Terpuruk di Liga Inggris, Efek Michael Carrick Memudar Setelah Awal Musim Terburuk dalam 40 Tahun
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Kenali Jenis-jenis Freon AC Mobil
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Rupiah Menguat ke Rp18.015 per Dolar AS, Rencana BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG Jadi Sentimen Positif
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Reaksi Yaqut Cholil Usai Dengar Pernyataan Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Fundamental Tetap Solid, BSI Kaji Buyback Saham di Tengah Dinamika Pasar
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.