Menuju Indonesia Bebas TB 2030: Stigma Sosial dan Faktor Nonmedis Jadi Tantangan Utama Eliminasi Tuberkulosis

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Indonesia masih menduduki peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus tuberkulosis (TB) terbanyak. Dengan estimasi 1.090.000 kasus baru per tahun, penderita TB di Indonesia terbilang tinggi. Pemerintah mencatat angka kematian akibat TB mencapai 125 ribu orang per tahun atau setara dengan 14 orang meninggal setiap jamnya.

Meski pemerintah menargetkan eliminasi TB pada tahun 2030 melalui kampanye TOS TB (Temukan Tuberkulosis, Obati sampai Sembuh), upaya penuntasan penyakit menular ini terhambat oleh besarnya stigma sosial di tengah masyarakat.

Pakar Kesehatan TB, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.(K), mengungkapkan bahwa ketakutan akan diskriminasi membuat banyak penderita enggan melakukan pemeriksaan maupun pengobatan.

"Dasarnya sebenarnya stigma. Orang tidak mau diketahui kalau dia TB, dan kalaupun batuk-batuk, dia enggak mau berobat karena takut diketahui sebagai TB. Banyak pengalaman pasien kami disuruh berhenti kerja, kontraknya tidak diperpanjang, anak sekolah dirumahkan, bahkan piring dan gelasnya dipisahkan oleh keluarga sendiri," ujar Erlina dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dari 1,09 juta estimasi kasus per tahun, baru sekitar 885 ribu kasus yang berhasil terdeteksi. Hal ini menandakan ada lebih dari 200 ribu penderita TB di masyarakat yang belum terdiagnosis dan terus berpotensi menularkan kuman melalui udara.

Gejala, Penularan, dan Pentingnya Tes Cepat Molekuler

Erlina menjelaskan bahwa 85 persen kasus TB merupakan TB paru yang dapat menular melalui percikan udara (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Gejala utamanya meliputi batuk berkepanjangan hingga berminggu-minggu, demam hilang-timbul, penurunan nafsu makan, berat badan merosot, serta berkeringat di malam hari.

Untuk memutus rantai penularan, pemerintah menggratiskan pemeriksaan dahak, pengobatan rutin 6 bulan untuk TB sensitif obat, serta menyediakan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat penderita.

Pentingnya pemeriksaan dahak sejak awal dirasakan langsung oleh dr. Farahdiba Zalika Fatah, penyintas TB Resistan Obat yang juga Duta TB Stop TB Partnership Indonesia 2024. Ia menceritakan pengalamannya saat terdiagnosis TB tanpa tes dahak awal.

"Waktu itu belum sempat periksa dahak, hanya berdasarkan foto ronsen. Setelah minum obat selama tiga bulan tidak ada perubahan. Setelah tes dahak lanjutan, baru diketahui ternyata sudah resistan obat," kata Farah.

Farah juga mengakui beratnya tekanan mental akibat stigma sosial dan sempat menghentikan pengobatannya di bulan kedelapan. Namun, motivasi mendalam dari pihak keluarga menjadi titik balik yang menyelamatkan jiwanya.

"Ibu saya menegur dan bilang, 'Tidak usah dipikirkan hasil akhirnya, yang penting kita harus balik lagi ke sana karena memang hanya itu obatnya.' Kata-kata itu yang memicu saya untuk kembali berobat sampai tuntas,"tuturnya.
 

Baca Juga :

Merajut Jalan Kesembuhan


Kolaborasi Lintas Sektor untuk Eliminasi 2030

Menanggapi target eliminasi TB tahun 2030, Erlina menegaskan bahwa penanganan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor medis atau Kementerian Kesehatan semata.

"Masalah medis TB itu hanya 40 persen, sedangkan 60 persennya adalah masalah nonmedis. Ketakutan di-PHK dari pekerjaan, stigma sosial, masalah ekonomi, hingga ventilasi rumah yang tidak memadai itu bukan masalah medis. Karena itu, butuh kolaborasi seluruh kementerian, pemerintah daerah hingga tingkat lurah, media, dan komunitas," tegas Erlina.

Ia menambahkan bahwa dengan penguatan pencarian kasus secara aktif (active case finding), pengobatan gratis hingga tuntas, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penghapusan stigma, target Indonesia Bebas TB dapat dicapai secara bertahap.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengen Gaya Harley-Davidson tapi Budget Pas-pasan? Intip 5 Motor Ini
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
5 Kreasi Teh yang Cocok Temani Aktivitas Pagi, Biar Makin Semangat
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Penghormatan Terakhir TNI AD untuk Eks KSAD Jenderal Subagyo
• 7 jam laludetik.com
thumb
Tambang Emas Longsor, Sedikitnya 14 Orang Tewas
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Satgas Damai Cartenz Tangkap Pelaku Pembakaran Camp
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.