Bahlil: Golkar Lahir Bukan Ingin Jadikan Ketumnya Presiden

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa partai berlambang pohon beringin itu lahir bukan semata-mata untuk menjadikan ketua umumnya (ketum) sebagai Presiden atau Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia.

Sejak Golkar lahir tahun 1964 dan mulai mengikuti pemilihan umum tahun 1971, menurut dia, belum pernah ada Ketua Umum Golkar yang menjadi Presiden. Pasalnya, dia mengatakan Golkar didirikan untuk menjadi instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita negara.

Baca Juga :
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Pertalite Tersedia hingga 18 Hari
Idrus Marham Yakin Golkar Jadi Partai Masa Depan di Bawah Bahlil-Sarmuji

"Partai Golkar didirikan untuk menjadi golongan penyeimbang dari partai politik sebenarnya dulu," kata Bahlil usai menghadiri acara tasyakuran HUT Ke-62 Partai Golkar di Jakarta, Selasa.

Namun, dia mengatakan bahwa satu-satunya Ketua Umum Partai Golkar yang pernah menjadi Wakil Presiden adalah Soedharmono, yakni Wapres Ke-5 Republik Indonesia. Sedangkan Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, kata Bahlil, baru menjadi Ketua Umum Golkar setelah menjabat sebagai Wapres.

Menurut dia, Golkar memiliki doktrin dan tujuan untuk menaikkan kursi di parlemen dan mengedepankan politik yang membawa kesejahteraan.

"Partai Golkar lahir bukan atas dasar keinginan politik kelompok tertentu atau keluarga tertentu, tapi Partai Golkar lahir karena keinginan untuk menjawab sebuah tuntutan bangsa," kata dia.

Untuk itu, dia menyampaikan bahwa Golkar tidak akan mampu berdiri seperti saat ini tanpa kontribusi dari para senior atau pendahulu. Selama memimpin Golkar, dia pun mengaku hanya menjalankan jejak para seniornya.

"Dalam sejarah yang diajarkan oleh para senior, Golkar adalah sebuah partai yang lahir atas dasar respons kondisi bangsa waktu itu," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Kabinet Merah Putih itu. (Ant)

Baca Juga :
Sambut HUT ke-62 Golkar, Adela Kanasya Tekankan Pentingnya Pengabdian kepada Masyarakat
Anggota DPR Nilai Arah Kebijakan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berjalan Baik, Ini Alasannya
Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra Teratas, PDIP-Golkar Menyusul

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Blackout Batam-Bintan Berujung Lima Tersangka, Empat dari PLN Batam
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kabut Asap Kembali Kepung Palembang, Siswa Dipulangkan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Tengah Krisis Kepercayaan Industri AI, Anthropic Siapkan Dana untuk Masyarakat
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
8 Fakta Kapal Feri di Pelabuhan Merak Dilalap Api
• 37 menit laludetik.com
thumb
Konflik Yaman Memanas: 250.000 Orang Terpaksa Mengungsi, Houthi Gempur Kamp Latihan Pemerintah
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.