Tangsel, ERANASIONAL.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya terus mendalami insiden penembakan yang merenggut nyawa Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai.
Korban tewas setelah ditembak oleh juniornya sendiri, Bharada Andika Rahmadani, di Mako Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10) dini hari.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) telah selesai dilaksanakan.
Dari lokasi kejadian, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk selongsong peluru, senjata tajam, serta barang-barang pribadi milik korban dan pelaku.
“Penyelidikan mendalam terus kami lakukan bersamaan dengan penyitaan barang bukti. Kami meminta waktu dan akan terus membagikan perkembangan informasi kasus ini kepada publik,” ujar Budi saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (20/10).
Terkait motif penembakan, Budi menjelaskan bahwa pihak penyidik belum dapat menginterogasi pelaku secara menyeluruh lantaran mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis tersangka saat ini.
Meski demikian, pihak kepolisian berjanji akan menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional.
Budi menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentoleransi bentuk pelanggaran maupun tindak pidana yang melibatkan anggotanya.
“Polri menegaskan tidak ada tempat bagi anggota yang melanggar hukum. Yang bersangkutan saat ini sudah ditahan dan pasti diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Budi.
Pelaku, Bharada Andika Rahmadani, saat ini telah berada dalam penahanan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kepolisian memastikan penanganan perkara dilakukan secara objektif, akuntabel, dan berbasis fakta terverifikasi. []





