BMKG Ingatkan Potensi Awan Kumulonimbus di 9 Wilayah, Ini Daftarnya

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Sebuah pesawat Southwest Airlines 737 melewati awan cumulonimbus saat lepas landas dari Bandara Internasional Sky Harbor, Phoenix, Arizona, Amerika Serikat pada Sabtu, 22 Februari 2020. (Sumber: Foto AP/Charlie Riedel)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Prakiraan cuaca Indonesia pada Rabu (21/10/2026) menunjukkan kondisi atmosfer yang beragam, dengan potensi hujan di sejumlah daerah dan perkembangan awan hujan di beberapa kawasan perairan. Dalam prakiraan tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengingatkan potensi awan kumulonimbus di 9 wilayah yang perlu diwaspadai pengguna transportasi udara, mulai dari perairan barat Aceh hingga Kalimantan dan Papua.

Potensi hujan di Indonesia masih dipengaruhi dinamika atmosfer di sejumlah kawasan. BMKG memprakirakan cuaca kering tetap mendominasi, meski hujan sedang hingga lebat dapat terjadi secara lokal. Pertumbuhan awan hujan juga menjadi perhatian di sejumlah perairan, termasuk kawasan sekitar sistem siklon tropis.

Peringatan untuk penerbangan mencakup wilayah laut dan daratan. Selain kawasan perairan di sekitar Aceh, Selat Malaka bagian utara, dan Laut Natuna, sejumlah wilayah di Kalimantan serta Papua juga masuk dalam daftar yang perlu diwaspadai.

"Selanjutnya bagi sobat BMKG pengguna transportasi udara, waspadai awan hujan atau kumulonimbus," kata prakirawan BMKG Ranika.

Baca Juga: BMKG Rilis 13 Kota Berpotensi Hujan Hari Ini Rabu 21 Oktober

Ranika juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.

Potensi yang tercantum dalam prakiraan tersebut tidak berarti awan kumulonimbus dipastikan terbentuk di setiap lokasi sepanjang hari.

9 Wilayah Berpotensi Awan Kumulonimbus
  1. Samudra Hindia barat Aceh hingga Aceh.
  2. Sumatera Utara.
  3. Selat Malaka bagian utara.
  4. Laut Natuna.
  5. Kalimantan Barat.
  6. Kalimantan Timur.
  7. Kalimantan Utara.
  8. Papua Tengah.
  9. Papua Pegunungan.
Dinamika Atmosfer yang Dipantau

Dalam prakiraan yang sama, BMKG memantau Siklon Tropis Campi di Laut Filipina, sebelah utara Pulau Halmahera.

Siklon tersebut bergerak ke arah barat hingga barat laut dan dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, pesisir utara Papua Barat hingga Papua, serta perairan Samudra Pasifik di utara Papua Barat Daya hingga Papua dan sekitar siklon.

BMKG juga mencatat sirkulasi siklonik atau pusaran angin di Teluk Benggala, sebelah barat laut Aceh. Sistem ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin yang memanjang di pesisir barat Aceh, Laut Andaman, serta di sekitar sirkulasi tersebut.

Baca Juga: Cuaca Besok Rabu 21 Oktober 2026: Siklon Champi di Utara Halmahera, Waspada Hujan Petir

Kedua sistem atmosfer itu menjadi bagian dari kondisi cuaca yang dipantau BMKG. Namun, prakiraan yang disampaikan tidak menyatakan bahwa Siklon Tropis Campi atau sirkulasi siklonik tersebut secara langsung menyebabkan potensi awan kumulonimbus di seluruh sembilan wilayah dalam peringatan penerbangan.

Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat diimbau terus mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • BMKG
  • awan kumulonimbus
  • prakiraan cuaca
  • cuaca Indonesia
  • transportasi udara
  • penerbangan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Minta BPBD DKI Modifikasi Cuaca Jelang Jakarta Running Festival 2026
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
10 manajer investasi jalani sidang tuntutan kasus korupsi PT Asabri
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Persija Vs Arema FC Tayang Jam Berapa? Cek di Sini
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
BULOG dan DPR RI Luncurkan Bantuan Pangan Beras Tahap III, Berlanjut hingga Akhir 2026
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Meluas 736 Hektare, Terpantau Ada 53 Titik Panas
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.