HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Moh Zaki Ubaidillah mengusung misi balas dendam saat menghadapi wakil Jepang, Koki Watanabe, pada babak 16 besar French Open 2026, Kamis (22/10/2026).
Tunggal putra yang akrab disapa Ubed itu makin percaya diri bermodalkan kemenangan atas seniornya, Jonatan Christie alias Jojo, di babak sebelumnya.
Tiket ke babak kedua diraih Ubed setelah menundukkan Jonatan yang berstatus unggulan keempat melalui pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-17, 21-17.
Namun, tantangan berikutnya tidak akan mudah karena Ubed memiliki catatan kekalahan dari pemain Jepang berusia 27 tahun tersebut pada pertemuan pertama mereka di Kejuaraan Badminton Asia 2026.
Ubed Ingin Tebus Kekalahan dari Koki WatanabeDuel di French Open 2026 menjadi kesempatan kedua bagi Ubed untuk berhadapan dengan Watanabe sekaligus membalas hasil pertandingan mereka pada Agustus lalu.
Saat bertanding di Ningbo Olympic Sports Center, China, Ubed harus mengakui keunggulan Watanabe dengan skor 21-15, 14-21, 18-21.
Kekalahan tersebut menjadi bekal evaluasi bagi Ubed untuk mempersiapkan strategi yang lebih baik ketika kembali berhadapan dengan lawan yang sama.
Di sisi lain, Watanabe datang ke babak 16 besar setelah menyingkirkan wakil Malaysia, Leong Jun Hao, dengan kemenangan dua gim langsung, 21-15, 21-11.
Pengalaman Watanabe di berbagai turnamen internasional membuat Ubed harus menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan, meskipun kemenangan atas Jonatan menjadi modal positif untuk menghadapi laga tersebut.
Watanabe tercatat pernah mencapai semifinal Arctic Open 2026 dan memiliki pengalaman bertanding di turnamen internasional yang kompetitif, sehingga Ubed tidak bisa menganggap remeh kekuatan lawannya.
Kemenangan atas Jojo Jadi Modal PentingKeberhasilan mengalahkan Jonatan menjadi salah satu hasil penting bagi Ubed setelah mengalami perjalanan kurang memuaskan dalam dua turnamen sebelumnya.
French Open 2026 merupakan turnamen ketiga Ubed di level BWF World Tour Super 750 setelah mengikuti Japan Open dan Denmark Open.
Dalam penampilannya di Japan Open pada Juli lalu, Ubed terhenti di babak kedua, sedangkan langkahnya di Denmark Open pekan sebelumnya berakhir pada babak pertama.
Rentetan hasil tersebut menjadi alasan bagi Ubed untuk tampil lebih maksimal ketika menghadapi Jonatan, sekaligus berusaha membangun kembali kepercayaan diri menjelang pertandingan berikutnya.
“Sangat bersyukur hari ini bermain lancar dan diberikan kemenangan. Saya juga senang bisa memetik pelajaran dari koh Jonatan di pertandingan tadi, kami sama-sama bisa belajar dan semuanya ngotot ingin menang. Suatu pengalaman yang berharga,” ujar Ubed dalam rilis PBSI.
Ubed mengungkapkan bahwa dirinya sempat kesulitan menemukan ritme permainan pada gim pertama, sebelum mengubah pendekatan dengan meningkatkan tempo pada dua gim berikutnya.
“Di gim pertama saya masih ragu-ragu, temponya terlalu pelan. Di gim kedua saya coba menaikkan tempo, mempercepat permainan. Begitu juga di gim ketiga walaupun sempat kecolongan juga,” katanya.
Ubed Sadar Masih Harus Menjaga KonsistensiMeski berhasil menyingkirkan pemain unggulan, Ubed tidak ingin terlalu cepat berpuas diri karena masih memiliki pekerjaan rumah untuk menjaga performa agar tetap stabil.
Ia mengaku bertekad memperbaiki hasil setelah penampilan yang kurang memuaskan di Denmark Open dan berusaha mengerahkan kemampuan terbaik ketika bertemu Jonatan.
“Saya tidak mau kalah karena minggu lalu hasilnya kurang bagus dan tadi saya coba untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dengan lebih baik lagi. Saya masih harus membuktikan konsistensinya karena performa saya masih naik turun,” tutur Ubed.
Pemain muda tersebut juga mengakui bahwa dirinya masih perlu belajar lebih banyak untuk menyamai level permainan Jonatan yang telah memiliki pengalaman panjang di persaingan tunggal putra internasional.
“Saya pastinya mau mencapai level koh Jonatan tapi masih harus banyak belajar tapi saya sedang menuju ke sana,” ucapnya.
Kini, Ubed dituntut membuktikan bahwa kemenangan atas Jojo bukan sekadar kejutan, melainkan tanda perkembangan permainannya yang semakin kompetitif.
Pertandingan melawan Watanabe pun menjadi ujian berikutnya bagi Ubed untuk membalas kekalahan sebelumnya, menjaga momentum positif, dan membuka jalan menuju babak perempat final French Open 2026. (*)





