Tiga Polisi Luka Usai Diserang Kelompok Berpakaian Hitam Saat Amankan Demo di Bandung

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rekaman video yang memperlihatkan truk pengendali masyarakat (dalmas) menjadi sasaran pengerusakan kelompok tidak dikenal di simpang Jalan Or Djuanda-Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026) malam viral di media sosial. Tiga anggota polisi turut menjadi korban penyerangan dalam aksi pengerusakan tersebut.

Terlihat dalam rekaman, beberapa orang memakai pakaian hitam menyerang kendaraan polisi. Terdapat api yang diduga berasal dari bom molotov hampir membakar kendaraan polisi tersebut.

Baca Juga
  • DPRD Bandung Dorong Sosialisasi Bencana Sesuai Potensi Risiko Wilayah
  • Amankan 50 Aset Pemkab Bandung Barat, Ini Kata Bupati Jeje
  • Mahasiswa Bandung Suarakan Kritik Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Selain itu, water barrier juga turut terbakar. Arus lalu lintas dilaporkan sempat terganggu karena adanya kejadian tersebut.

Setelah peristiwa otuz situasi berangsur membaik. Kendaraan yang menjadi sasaran massa sudah tidak ada di lokasi kejadian, begitu juga dengan massa aksi.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Namun, petugas kepolisian masih berjaga di lokasi kejadian. Mobil baraccuda, mobil damkar, hingga ambulans juga disiagakan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan kendaraan dalmas tengah melaju. Namun di lokasi kejadian mobil tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang dan dilempari batu, kembang api dan petasan serta bom molotov.

"Tiba-tiba diserang oleh rombongan, kemudian dengan melempari batu. Melempari batu, kemudian melempari kembang api dan petasan, sama bom molotov," kata dia di lokasi.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Situasi Terkini Demo Tuntut Evaluasi MBG, Kopdes, & Penanganan Karhutla di Silang Monas
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kecelakaan Beruntun di Tol Ancol, Mobil Listrik Terjepit Truk dan Bus TransJakarta | KOMPAS PETANG
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Ayah di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Berusia 3,6 Tahun, Disebut Berprofesi Dokter
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelni: KM Dorolonda mulai layani Pelabuhan Donggala pada 31 Oktober
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Wamen PU: Modifikasi cuaca disiapkan atasi defisit air bendungan Jawa
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.