Merintis Kraton Leather, Ini Cerita Wawan yang Tumbuh Bersama para Perajin Kulit

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Siapa sangka, usaha kecil-kecilan untuk menjualkan barang milik orang lain bisa mengubah hidup seseorang.

Ya, itulah kisah Aziz Imawan Prasetyo, atau yang akrab dipanggil Wawan. Ia memulai bisnis Kraton Leather dari membuat gelang, gantungan kunci, dan dompet sederhana dengan berbekal pengetahuan seadanya.

Namun, Wawan tidak berhenti, ia terus mempelajari beragam bahan dan mencoba berbagai desain. Kini, Kraton Leather bahkan bisa bekerja bersama para perajin sekaligus mendorong mereka untuk ikut belajar menjadi pengusaha.

Kraton Leather merupakan salah satu UMKM binaan Pertamina yang dijumpai kumparan di INACRAFT October Vol. 5 2026 pada Jumat (9/10) di JICC.

Di antara produk kulit yang dipamerkannya, Wawan membagikan cerita perjalanan usaha dan keinginannya membuka peluang bagi para mitra.

Ketertarikan Wawan pada kerajinan sudah tumbuh sebelum Kraton Leather berdiri. Ia pernah mencoba usaha batik dan kerajinan kayu.

“Saya sudah berusaha yang lain, tapi UMKM juga, kayak batik, kayak kayu, sudah pernah. Tapi saya cocoknya di kulit,” ujar Wawan.

Kegemarannya mencoba dan mengembangkan desain mendorongnya belajar sejak 2005. Empat tahun kemudian, pada 2009, ia meresmikan usahanya.

Awalnya Wawan bahkan hanya menjual produk orang lain sambil membuat kerajinan sederhana yang dapat dikerjakan dengan modal terbatas. Seluruh kegiatan usaha pun dijalankan sendiri.

Seiring bertambahnya permintaan, ia mulai mengembangkan produksi hingga koleksinya beragam seperti tas, dompet, topi, ikat pinggang, dan banyak lagi.

Pesanan khusus dari pelanggan menjadi salah satu cara Wawan mengembangkan model produk. Selain memenuhi pesanan, ia membuat produk tambahan untuk stok sekaligus melihat peluang menjadikannya koleksi baru.

“Siapa tahu pesanan orang itu sebagai model baru kami. Kalau pasarnya bagus, kita produksi banyak. Kalau enggak bagus, ya kita bikin desain sendiri,” katanya. Cara ini juga membantunya mengenali kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

Memperluas Pasar Bersama Pertamina

Wawan telah lama mencoba mengikuti pameran di berbagai daerah demi memperkenalkan produknya. Ia juga mencoba penjualan di pusat perbelanjaan, melihat respons konsumen, lalu menentukan apakah usaha di lokasi tersebut bisa dilanjutkan.

Upaya memperluas pasar itu mendapat dukungan setelah Kraton Leather bergabung menjadi mitra binaan Pertamina pada 2021. Wawan paling banyak memanfaatkan kesempatan promosi untuk memperkenalkan produknya kepada lebih banyak pembeli.

“Lebih ke arah program promosi, ya, Mbak. Terus, yang kita dapat, banyak order masuk,” ujarnya.

Dukungan promosi tersebut mencakup media sosial dan pameran, yang membantunya menjangkau pembeli, peritel, serta pelanggan di luar wilayah pemasaran sebelumnya.

Salah satunya melalui INACRAFT. Wawan ingin mengenalkan Kraton Leather kepada para pengunjung pameran sekaligus mencari pembeli untuk penjualan satuan maupun pesanan khusus.

“Kami lebih dikenal, terutama di Jakarta ini, lebih dikenal sama buyer atau retailer,” ujarnya.

Wawan bercerita bahwa ia bahkan pernah mendapatkan pesanan melalui Pertamina berupa 450 buku catatan beserta perlengkapan kartu identitas untuk kebutuhan cendera mata ke London, Inggris. Sementara itu, penjualan melalui gerainya di Batam menjangkau pelanggan asal Singapura dan Malaysia.

Dukungan terhadap Kraton Leather menjadi bagian dari upaya Pertamina memperluas akses pasar bagi UMKM binaannya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa peluang tersebut diharapkan turut memberi manfaat bagi para perajin yang terlibat.

“Melalui dukungan promosi dan pameran, kami ingin membantu UMKM seperti Kraton Leather menjangkau lebih banyak pembeli. Kami berharap peluang usaha yang terbuka juga dapat mendukung para perajin yang menjadi mitra produksinya,” ujar Baron.

Selain mencari pembeli, Wawan menggunakan pameran untuk menjelaskan jenis dan karakter kulit kepada pengunjung. Ia ingin pelanggan memahami bahan yang digunakan dan lebih mengenal produk yang mereka beli.

Membuka Kesempatan bagi Perajin untuk Berkembang

Perkembangan usaha juga perlu membuka kesempatan bagi orang-orang yang bekerja bersamanya. Pada usia 50 tahun, ia ingin membagikan pengetahuan yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun agar para perajin tidak hanya terampil membuat produk, tetapi juga memahami cara menjalankan usaha.

“Saya mengedukasi gimana caranya mereka-mereka yang sudah punya kemampuan (mitra kerja) ke situ tuh bisa jadi pengusaha,” ujar Wawan.

Dalam mengelola produksi, ia mengandalkan keterampilan para perajin, sementara dirinya mengurus kebutuhan bahan, desain, biaya pengerjaan, serta hubungan dengan mitra. Bagi Wawan, pemilik usaha perlu memahami seluruh proses meski pengerjaannya dipercayakan kepada orang yang memiliki keahlian.

Wawan menyebut sekitar 15 orang terlibat dalam produksi dan sekitar delapan orang menangani pemasaran. Sekitar lima orang sudah lama bekerja bersamanya.

Hubungan itu ia bangun sebagai kemitraan. Selain gaji pokok, Wawan memberikan bonus dan insentif agar para perajin ikut menikmati hasil ketika usaha berkembang.

“Yang penting anak buah saya bisa hidup sejahtera bareng-bareng, itu cerita saya. Jadi, saya sistemnya selain gaji pokok ada bonus, ada insentif. Kita bermitra, bukan anak buah,” tegas Wawan.

Untuk membantu para perajin berkembang, Wawan membagikan pengetahuan melalui percakapan dan praktik langsung.

“Saya edukasi sama anak-anak, sama customer, saya sambil praktik. Enak kita mengedukasi itu ngobrol sama praktik. Jadi, mereka sambil belajar, dapat ilmu,” katanya.

Ke depan, Wawan berencana memperbesar penjualan grosir serta menjadi pemasok bagi perusahaan dan penyedia barang. Ia juga ingin memperdalam pemasaran digital melalui pendampingan yang disertai praktik.

“Jadi sekalian praktik, kita ditunjukin pasar itu seperti ini, gambaran seperti ini, ayo kita buktikan bareng-bareng. Jadi, support-nya itu benar-benar digandeng, itu yang kita butuhkan,” ujarnya.

Produk Kraton Leather dapat ditemukan di toko fisiknya di Bantul, Yogyakarta, serta dipesan melalui Tokopedia, Shopee, dan WhatsApp. Informasi produknya tersedia di Instagram @kraton_keather dan TikTok @kraton_leatherjogja.

Di tengah rencana pengembangan itu, Wawan tetap ingin memberi ruang bagi para perajin untuk maju bersamanya.

“Gimana caranya saya tuh bisa membikin banyak manfaat ke orang lain. Itu saja,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI-Portugal Teken MRA, Buka Peluang Kerja Awak Kapal Perikanan Indonesia
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Strategi Warren Buffett agar Uang Pensiun tak Cepat Habis
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Hari Ini
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
DMAS Bagikan Dividen Jumbo Rp1,4 Triliun, Yield Tembus 16,3 Persen
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Truk Cat Tabrak Truk Aspal di Tol Cipularang | KOMPAS PETANG
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.