HARIAN.FAJAR.CO.ID, MANADO — Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Utara bertambah 13,65 juta liter setelah dua kapal pengangkut BBM tiba di Fuel Terminal (FT) Tahuna dan Integrated Terminal (IT) Bitung. Tambahan pasokan tersebut terdiri atas 11,65 juta liter Pertalite dan 2 juta liter Pertamax untuk memperkuat ketersediaan BBM di Manado, Kepulauan Sangihe, dan wilayah sekitarnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi langsung mengoptimalkan penyaluran dari terminal menuju sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) prioritas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tambahan pasokan segera memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran pelayanan kepada konsumen.
Pada Senin, 19 Oktober, kapal MT Transko Aries tiba di FT Tahuna dengan membawa 650 ribu liter Pertalite untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kepulauan Sangihe. Sehari kemudian, Selasa (20/10), kapal MT Michelle XXV bersandar di IT Bitung dengan membawa tambahan 11 juta liter Pertalite dan 2 juta liter Pertamax.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan pasokan dan percepatan distribusi menjadi fokus perusahaan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di wilayah tersebut.
“Kedatangan kapal pengangkut BBM di Tahuna dan Bitung menjadi dukungan penting bagi penguatan pasokan di Sulawesi Utara. Setelah BBM tiba di terminal, kami segera mengoptimalkan penyalurannya ke SPBU prioritas agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi,” ujar Lilik, Rabu, 21 Oktober 2026.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga terus memantau stok dan realisasi penyaluran BBM. Distribusi disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah agar pasokan yang telah tiba dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Di sisi lain, Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas saat melakukan pengisian di SPBU serta tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi berlangsung tertib dan kebutuhan konsumen lainnya tetap terpenuhi. (edo)





