Ringkasan Berita:
- Unej Film Festival (Uneff) 2026 menerima 1.565 pendaftaran film, terdiri dari 1.216 film mancanegara dan 349 film Indonesia.
- Iran menjadi negara dengan jumlah kiriman terbanyak, yakni 301 film, disusul Brasil dengan 101 film dan India dengan 87 film.
- Panitia akan memilih 60 film terbaik dari enam kategori kompetisi untuk dinilai dewan juri.
- Hasil kurasi diperkirakan diumumkan pada 10–15 November 2026, sedangkan pemutaran film kompetisi dijadwalkan pada 26–28 November 2026 di Universitas Jember.
Jember (beritajatim.com) – Unej Film Festival (Uneff) 2026 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima 1.565 pendaftaran film dari sineas dalam dan luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.216 film berasal dari mancanegara, sedangkan 349 film lainnya merupakan karya sineas Indonesia. Iran menjadi negara dengan jumlah kiriman film terbanyak dalam festival yang diselenggarakan Universitas Jember tersebut.
Pendaftaran Uneff 2026 dibuka pada 25 Agustus hingga 10 Oktober 2026. Tahun ini, festival mengusung tema besar Dissonance atau disonansi, yang mengeksplorasi gagasan tentang ketidakselarasan, perbedaan, dan pertentangan.
Berdasarkan data panitia, sineas Iran mengirimkan 301 film. Brasil menyusul dengan 101 film, sedangkan India mengirimkan 87 film.
Humas Uneff, Arsya Desta Dewangga, mengatakan film yang masuk memiliki genre beragam, mulai dari horor, dokumenter, komedi, hingga aksi. Meski demikian, drama menjadi genre yang paling banyak ditemukan dalam pendaftaran.
“Genre yang masuk beragam, mulai dari horor, dokumenter, komedi, action, dan sebagainya. Namun rata rata dari 1.500 film itu yang masuk kebanyakan bergenre drama,” kata Desta, Rabu (21/10/2026).
Dari sisi durasi, sebagian besar film yang didaftarkan berkisar antara 10 hingga 20 menit. Seluruh karya tersebut akan melalui tahapan seleksi sebelum masuk proses kurasi untuk menentukan film-film yang layak berkompetisi.
Pada tahap awal, panitia memeriksa kelengkapan administrasi setiap film, termasuk subtitle dan poster. Film yang memenuhi persyaratan akan diteruskan ke tahap kurasi.
“Tahap pertama, kami sortir dari kelengkapan administrasinya dulu seperti subtitle, poster film, dan lain-lain. Setelah itu yang lolos seleksi akan lanjut ke tahap kurasi,” kata Desta.
Dalam proses kurasi, panitia akan memilih 10 film terbaik dari masing-masing enam kategori kompetisi. Dengan demikian, sebanyak 60 film akan masuk tahap penilaian dewan juri untuk menentukan penerima penghargaan Best Film dan Jury Special Mention.
Selain film kompetisi, panitia juga menyiapkan 16 film pilihan yang akan ditayangkan dalam program Layar Komunitas saat MainFest.
Desta memperkirakan hasil kurasi diumumkan pada 10–15 November 2026. Film-film yang lolos seleksi akan diputar dalam program layar kompetisi pada 26–28 November 2026 di auditorium lantai 5 Gedung Soedjarwo, Universitas Jember.
Uneff telah diselenggarakan sejak 2016. Pada awalnya, festival ini bernama HFF atau Himafisi Film Festival, yang digagas Himpunan Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.
Pada 2022, HFF dimasukkan ke dalam rangkaian perayaan Dies Natalis Universitas Jember. Sejak saat itu, festival tersebut berganti nama menjadi Unej Film Festival dan diselenggarakan setiap tahun.
“Lalu pada 2022, HFF dimasukan ke dalam rangkaian acara Dies Natalis Universitas Jember, dan berubah nama menjadi Unej Film Festival yang diselenggarakan setahun sekali,” kata Desta.
Ketua Uneff 2026, Mohammad Ferdiansyah Salim, mengaku tidak menyangka jumlah peserta dari luar negeri akan meningkat hingga mencapai ribuan film. Ia menduga tingginya partisipasi internasional dipengaruhi perluasan jangkauan publikasi, penggunaan platform digital untuk pendaftaran, serta dibukanya kategori Film Fiksi Internasional tanpa biaya pendaftaran.
“Kami memperluas jangkauan submisi melalui platform digital FilmFreeway dan membuka kategori Film Fiksi Internasional, serta tak dipungut biaya” katanya. [wir/beq]




