Enam Aktivis Dibebaskan Usai Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Greenpeace Janjikan Aksi Lanjutan

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Polisi membebaskan enam orang aktivis Greenpeace yang sempat dibawa ke Polda Metro Jaya pada Selasa (20/10/2026) malam. Enam aktivis itu dibawa ke kantor polisi setelah membentangkan spanduk berisi kritik di Monumen Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa pagi.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace, Jeanny Sirait, mengatakan enam aktivis yang terdiri dari dua orang perempuan dan empat orang laki-laki itu telah dibebaskan oleh aparat kepolisian pada Selasa malam. Menurut dia, para aktivis itu dalam keadaan baik.

Baca Juga
  • Viral Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI: Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah
  • Aktivis Greenpeace Dibawa ke Polda Metro Usai Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Ini Alasan Polisi
  • Respons Aksi Greenpeace, Eddy Soeparno: Presiden Prabowo Tancap Gas Wujudkan Energi Bersih

"Saat ini sudah dibebaskan ya, Kak. Kondisi mereka baik. Hari ini akan beristirahat dulu," kata Jeanny saat dikonfirmasi Republika, Rabu (21/10/2026).

Ia menyatakan, aksi pembentangan spanduk di Bundaran HI merupakan bentuk keresahan masyarakat hari ini. Aksi itu dilakukan agar makin banyak masyarakat yang sadar bahwa kondisi Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut dia, pihaknya akan terus berupaya untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Karena itu, ke depannya Greenpeace akan tetap melakukan berbagai aksi di lapangan. Namun, ia berharap aksi serupa juga dapat dilaksanakan oleh berbagai elemen masyarakat lainnya.

"Jadi sudah pasti akan ada aksi-aksi lagi, tapi kami sangat berharap aksi-aksi ke depan bisa terus juga dilakukan oleh semua elemen masyarakat yang mengalami keresahan yang sama," ujar Jeanny.

Riset Greenpeace Indonesia, Besok Harga Naik!, mengungkap dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat. Sebanyak 41% responden merasakan dampaknya pada konsumsi dan biaya pangan, 39% pada produktivitas dan pendapatan, serta 20% pada biaya transportasi dan tempat tinggal.

— Greenpeace Indonesia (@GreenpeaceID) October 20, 2026

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ambisi Borneo FC Samarinda untuk Sapu Bersih dan Kunci Tiket ke Perempat Final AFC Challenge League 2026/2027
• 12 jam lalubola.com
thumb
5 Penyebab Kulit Terasa Kering Meski Sudah Pakai Moisturizer
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gempa M 5,4 Terjadi di Meulaboh Aceh
• 16 jam laludetik.com
thumb
ITS Gandeng Mitra UEA Kembangkan Hovercraft, Buka Peluang Kerja Teknisi Indonesia
• 6 jam laluberitajatim.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Kembali Turun 21 Oktober 2026, Antam Jadi Rp2,593 Juta per Gram
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.