Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyoroti pentingnya langkah diplomasi budaya yang berbasis pada warisan kekayaan bangsa. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk terus memperkuat posisi dan eksistensi Indonesia di mata dunia internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa Rerie ini merespons keberangkatan tiga seniman ukir asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menuju Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina.
"Diplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antarpemerintah. Ketika mendatangkan pengukir Jepara untuk merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara," ungkap Rerie melalui keterangan tertulisnya pada Senin, 19 Oktober 2026.
Baca Juga :
Lestari Moerdijat Ajak Warga Kudus Senam Sehat Bersama di Situs PatiayamKetiga pengukir Jepara yang terdiri dari Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo diketahui telah bertolak ke Sarajevo pada Selasa, 13 Oktober 2026. Keberangkatan duta-duta budaya ini mengemban misi khusus, yakni menuntaskan proses restorasi ornamen kayu pada bangunan Masjid Istiklal yang berlokasi di kawasan Otoka, Sarajevo.
Misi perbaikan ornamen bersejarah ini merupakan tindak lanjut nyata dari kunjungan kerja yang dilakukan Rerie ke Masjid Istiklal Sarajevo pada Februari 2026 silam.
Pada saat itu, dalam rangkaian kunjungan resminya untuk memperkuat pengajuan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya takbenda ke UNESCO, Rerie dan timnya menemukan sejumlah bagian ukiran di dalam masjid tersebut yang telah mengalami kerusakan termakan usia, sehingga membutuhkan tindakan penyelamatan dan restorasi langsung dari tangan para ahlinya.




