Investasi KEK Tembus Rp 382,1 Triliun, Tenaga Kerja Capai 302 Ribu

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) secara kumulatif sejak pembentukannya telah mencapai Rp 382,1 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan investasi tersebut turut menyerap tenaga kerja sebanyak 302 ribu orang dengan jumlah badan usaha yang beroperasi mencapai 509 unit.

“Per Januari hingga September telah berhasil direalisasikan investasi sebesar Rp 46 triliun dan penambahan 53 ribu tenaga kerja,” kata Airlangga dalam Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan III di Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Selain itu, Airlangga menyatakan pemerintah terus mendorong optimalisasi KEK di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pariwisata, hingga industri, guna meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja. Di sektor kesehatan, pemerintah sedang mengembangkan KEK kesehatan di Sanur, Bali, dan Batam.

“Sektor kesehatan potensinya adalah 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri. Jadi saya ulangi, potensi devisa dari sektor kesehatan jumlah warga yang berobat ke luar negeri termasuk Singapura, Penang dan yang lain itu sekitar 2 juta orang dan biaya yang dibayarkan sekitar Rp 200 triliun,” jelas Airlangga.

Kemudian untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain relaksasi izin praktik bagi tenaga kesehatan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA), penyesuaian regulasi diagnostik dan penelitian sel punca, serta percepatan penyediaan fasilitas KEK melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, di sektor pariwisata, KEK diharapkan dapat mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026 sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta orang, dengan target devisa sekitar USD 24 miliar.

“Kalau 24 billion ini setara dengan ekspor kelapa sawit. Jadi harapannya dari wisman bisa mengisi dengan 6 KEK pariwisata: Mandalika, Perakura Bali, Tanjung Lesung,” lanjut Airlangga.

Namun, Airlangga menyatakan sejumlah kawasan, seperti Lido dan Likupang, dinilai masih perlu dioptimalkan.

Kemudian pada 2027, Kura-Kura Bali ditargetkan mampu menarik 600 ribu wisatawan dengan nilai ekonomi mencapai Rp 600 miliar, terutama setelah gerai-gerai di kawasan tersebut mulai beroperasi.

“Kemudian dari Mandalika dengan MotoGP, 1,6 juta wisatawan, nilai ekonominya Rp 8,6 triliun. Kemudian Tanjung Lesung 1,5 juta dengan nilai ekonomi Rp 3 triliun. Dan KEK Lido ini juga masih perlu untuk didorong, 220 ribu wisatawan dengan nilai Rp 352 miliar,” sebut Airlangga.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Airlangga berharap Kementerian Pariwisata dapat mengintegrasikan promosi KEK di tingkat nasional maupun internasional, memperkuat sumber daya manusia pariwisata, serta menyusun kalender kegiatan.

Di sektor industri, KEK Nongsa diperkirakan memiliki potensi investasi sebesar Rp 114 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 94 ribu orang.

“KEK Kendal ini 370 triliun, 250 ribu tenaga kerja, dan KEK Kendal ini ekspansi tambahan 100 ribu hektar dengan mengakuisisi siver,” lanjut Airlangga.

Selain Kendal, KEK Gresik memiliki potensi investasi sebesar Rp 264 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 200 ribu orang.

“Dan (KEK Gresik) juga dalam status mau ekspansi juga,” imbuh Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar: Penentuan jumlah Wantimpres kebolehan konstitusional Presiden
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Muhammad Fadli Pecahkan Rekor, Indonesia Raih Emas Ketiga di Asian Para Games 2026
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Paris Membara tapi Sepasang Kekasih Asyik Depan Kafe Bercengkerama
• 22 jam laludetik.com
thumb
AiMOGA Bakal Luncurkan Mobo, Si Imut Pendamping Keluarga!
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Foto: Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Pemalsuan Beras Fortifikasi
• 32 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.