Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pemerintah daerah, dan pengurus cabang olahraga mempercepat pembenahan fasilitas pertandingan serta meningkatkan kesiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melki menegaskan seluruh pihak harus segera menindaklanjuti hasil evaluasi kesiapan penyelenggaraan, terutama terkait kelayakan arena pertandingan dan pembinaan atlet.
Ia juga menetapkan tiga bulan ke depan sebagai periode penting untuk menunjukkan kemajuan nyata dalam persiapan PON 2028.
Gubernur NTT Minta Perbaikan Arena PON 2028 DipercepatMelki yang juga menjabat sebagai Ketua KONI NTT menekankan pentingnya percepatan pembenahan infrastruktur olahraga agar seluruh arena pertandingan memenuhi persyaratan penyelenggaraan PON.
“Persiapan PON XXII Tahun 2028 NTT–NTB harus kita pacu bersama. Kita harus bergerak cepat membenahi venue, memenuhi catatan evaluasi, dan memastikan kesiapan atlet serta seluruh cabang olahraga,” katanya di Kupang, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, kesiapan fasilitas pertandingan menjadi salah satu faktor utama yang harus segera diselesaikan untuk memastikan NTT dapat menjalankan perannya sebagai tuan rumah.
Ia meminta seluruh catatan evaluasi ditindaklanjuti melalui langkah konkret dengan pembagian tugas yang jelas.
Perbaikan arena pertandingan juga harus mempertimbangkan kenyamanan atlet dan masyarakat yang akan menyaksikan pertandingan.
NTT Berkomitmen Pertahankan Sepak Bola sebagai Cabang PONMelki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mempertahankan sepak bola sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di wilayah tersebut pada PON XXII 2028.
Untuk mewujudkan hal itu, fasilitas pertandingan sepak bola harus segera dibenahi agar memenuhi persyaratan kelayakan.
Selain kesiapan lapangan, perbaikan fasilitas juga perlu memperhatikan kenyamanan penonton selama pertandingan berlangsung.
Melki menilai pembenahan tersebut membutuhkan kerja sama antara KONI, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, dan DPRD.
Koordinasi lintas lembaga diperlukan terutama untuk memastikan kesiapan anggaran serta mempercepat penyelesaian perbaikan fasilitas olahraga.
Pembinaan Atlet Ditargetkan Meningkat dalam Tiga BulanSelain infrastruktur, Melki meminta program pembinaan atlet menjadi prioritas dalam persiapan PON 2028.
Ia menekankan bahwa keberhasilan NTT sebagai tuan rumah juga harus diikuti peningkatan prestasi atlet yang akan bertanding.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama KONI dan pengurus cabang olahraga perlu memastikan program latihan berjalan sesuai kebutuhan masing-masing cabang.
Melki memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan atlet selama tiga bulan mendatang.
"Kesiapan atlet juga menjadi hal penting. Saya harapkan dalam tiga bulan kedepan kemajuan atlet yang bertanding dalam semua cabang olahraga harus meningkat," ujarnya.
Ia meminta setiap pengurus cabang olahraga memiliki target pembinaan yang jelas agar perkembangan atlet dapat dipantau dan dievaluasi.
KONI dan Pemerintah Daerah Diminta Perkuat KoordinasiMelki mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan PON XXII 2028 agar memperjelas pembagian tanggung jawab.
Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan untuk memastikan perbaikan infrastruktur dan pembinaan atlet berjalan sesuai jadwal.
Ia juga meminta pemerintah daerah serta pengurus olahraga menindaklanjuti setiap hasil evaluasi agar tidak menghambat kesiapan penyelenggaraan.
Melki berharap PON 2028 tidak hanya berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum peningkatan prestasi olahraga di NTT.
“NTT siap menjadi tuan rumah yang membanggakan,” ujar Melki.




