Kronologi Insanul Fahmi Diduga Jadi Korban Penipuan Investasi, Kerugian Rp2,3 Miliar

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Insanul Fahmi menjadi korban dugaan penipuan investasi. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp2,3 miliar setelah percaya kepada teman yang menawarkan proyek bisnis.

Kasus ini bermula pada 2023 ketika Insanul mengenal pria berinisial APP. Menurutnya, APP kerap menceritakan relasi dan proyek bisnis yang dimilikinya.

APP kemudian menawarkan sejumlah proyek investasi dengan janji keuntungan besar. Insanul pun tertarik untuk menanamkan modalnya.

"Ya jadi pada saat itu dia punya beberapa proyek, terus habis itu biasalah dengan orang-orang yang bluffing. Kenal gini gitu semua segala macam, punya ini itu segala macam. Ada keuntungan dan lain-lain," tutur Insanul Fahmi di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).

Insanul mengaku sudah menganggap APP sebagai teman dekat. Bahkan, ia sempat berusaha membela APP ketika temannya itu bermasalah dengan pihak lain.

Akan tetapi, kepercayaan tersebut justru berujung kekecewaan. Suami dari Inara Rusli itu merasa dirinya malah dirugikan oleh orang yang selama ini dipercayainya.

"Saya coba lindungi, maksudnya kayak saya coba bemperinlah ya. Enggak mungkin teman saya seperti itu. Tapi ternyata saya teman dekatnya sendiri pernah jadi teman dekatnya, itu malah enggak jelas," keluhnya.

Masalah mulai terlihat ketika keuntungan yang dijanjikan tak kunjung diterima. Saat meminta pengembalian uangnya, Insanul mengaku justru diberi cek oleh APP.

Sayangnya, cek tersebut ternyata kosong saat hendak dicairkan. Insanul pun kecewa karena upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.

"Karena sebenarnya saya laporkan di situ Rp2,3 miliar, dia udah ngasih cek kosong. Maksudnya kita harapannya sih sebenarnya dia ada rasa bertanggung jawab atas itu aja. Kemarin udah sempat ngobrol, tapi ternyata dia tidak ada merasa tanggung jawab," bebernya.

Insanul melaporkan kerugian sebesar Rp2,3 miliar dalam kasus tersebut. Namun, mantan suami Wardatina Mawa itu menyebut jumlah kerugian sebenarnya jauh lebih besar.

 

"Walaupun sebenarnya total kerugiannya lebih banyak daripada itu, jauh lebih banyak daripada itu. Banyak pokoknya," tegas Insanul.

Meski sudah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polrestabes Medan sejak tahun 2023, ia menilai proses hukum berjalan lambat. Kuasa hukum Insanul pun meminta pimpinan Polri memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

"Maka meminta kepada Kapolres, Kapolda, ya Pak Kapolri, tolong atensi laporan yang dibuat oleh klien saya, Bang Insanul Fahmi, supaya pelaku dugaan tindak pidana penipuan yang berada di Medan sana segera dilakukan penangkapan dan penahanan. Karena kita khawatir ternyata banyak korban-korban yang lain,"* pungkas kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Christian Horner Sebut Lewis Hamilton Sempat Ingin Gabung Red Bull
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Bahas antisipasi dampak El Nino, DEN tekankan mitigasi berbasis data
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Hydroplus jadi mitra utama penyuplai isotonic dalam JRF 2026
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
KUR BRI Buka Rezeki Lintas Generasi Melalui Usaha Ketoprak di Bengkulu Selatan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Srikandi TelkomGroup Beri Perspektif Kepemimpinan di Bali Tech Week 2026
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.