MADIUN, KOMPAS.TV - Kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kekeringan. Sekitar 20 kepala keluarga di dua RT dan 16 desa di Kecamatan Wonoasri mengalami kekurangan air bersih.
Kemarau yang terjadi menyebabkan permukaan air sumur warga menyusut. Penyusutan air sumur mulai dirasakan warga Ngadirejo sejak dua bulan terakhir. Menurut mereka, kemarau yang terjadi tahun ini menjadi yang terparah.
Bantuan air bersih menjadi sumber utama warga saat ini. Setiap hari, mereka menanti bantuan air bersih datang untuk berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari kebutuhan minum, memasak, hingga keperluan mandi.
Setidaknya 60 ribu liter air bersih telah digelontorkan oleh TNI Angkatan Darat ke sejumlah wilayah kekeringan, di antaranya di Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu; Desa Kuwiran, Kecamatan Kare; Desa Bakur, Sawahan, dan Cabean, Kecamatan Sawahan; serta Desa Ngadirejo dan Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri.
Selama kemarau, dropping air bersih akan terus dilakukan TNI AD bersama BPBD selaku penyedia tandon dan PDAM Kabupaten Madiun. Bantuan dilakukan secara bergilir ke setiap wilayah. Warga juga diimbau untuk selalu bijak dalam penggunaan air bersih selama kemarau.
Baca Juga: Diduga Serang Warga, 1 Harimau Sumatera Berhasil Dievakuasi BKSDA Riau| KOMPAS SIANG
#kekeringan #kemarau #krisisairbersih #madiun
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- bantuan air bersih
- kemarau
- kekeringan
- madiun





