JAKARTA, DISWAY.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera menyelesaikan kegiatan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Dia mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan dan belanja daerah tidak menumpuk pada akhir tahun.
Pramono mengatakan, APBD DKI Jakarta 2026 telah ditetapkan sebesar Rp81,33 triliun.
BACA JUGA:Pramono Andalkan 2 Embung di Cipayung untuk Kendalikan Banjir, Bisa Tampung 36.550 Meter Kubik Air
Sementara itu, hingga 30 September 2026, APBD baru terserap sebesar Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun.
Dia secara khusus meminta perangkat daerah mempercepat penyelesaian kegiatan agar pelaksanaannya tidak terkonsentrasi pada November dan Desember.
“Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun,” kata Pramono saat Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut politikus PDI Perjuangan, penumpukan kegiatan dan belanja pada akhir tahun masih menjadi kebiasaan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dia menilai, persiapan kegiatan perlu dilakukan lebih awal agar pelaksanaannya tidak menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.
“Karena ini selalu menjadi tradisi baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, semuanya ditumpuk di ujung tahun, apakah November, Desember, dan sebagainya,” ujarnya.
BACA JUGA:Masjid Apung An-Nur Ancol Resmi Difungsikan, Destinasi Wisata Religi Kapasitas 900 Jemaah
Pramono menegaskan, sejak APBD DKI Jakarta 2026 ditetapkan, dirinya telah mengingatkan agar seluruh perangkat daerah melakukan persiapan lebih awal.
Dengan persiapan tersebut, dia berharap pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dapat berjalan lebih awal dan tidak menumpuk pada penghujung tahun anggaran.
“Dan biasanya di DKI Jakarta, sejak awal APBD diketok saya sudah menyampaikan untuk dilakukan persiapan lebih awal sehingga tidak menumpuk di ujung,” ujarnya.
Menurutnya APBD bukan semata-mata soal angka, berapa besar yang ditetapkan, bagaimana pengeluarannya, dan sebagainya.
- 1
- 2
- »





