Penanganan Pascabencana Banjir di Padang Melalui Padat Karya, Warga Dilibatkan dalam Pemulihan

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, PADANG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis telah melakukan sejumlah penanganan terhadap dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat pada 10 Oktober 2026 lalu.

Penanganan dilakukan melalui pembersihan fasilitas umum dan kawasan permukiman terdampak dengan skema padat karya yang melibatkan masyarakat setempat untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memberikan insentif bagi warga terdampak.

BACA JUGA: Banjir di Padang Berdampak pada SPAM, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pelibatan masyarakat melalui skema padat karya menjadi bagian dari upaya Kementerian PU dalam membantu warga memulihkan kondisi lingkungan pascabencana, terutama di kawasan permukiman yang terdampak lumpur.

“Padat karya kami manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tetapi juga di masjid dan fasilitas umum lain-lainnya kalau ada,” kata Dody.

Pendekatan Padat Karya sebelumnya juga telah diterapkan dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Melalui skema ini, Kementerian PU juga turut membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui insentif atas keterlibatannya dalam program padat karya.

“Jadi sama seperti yang pernah kami kerjakan di Aceh dan Sumatera Utara. Masyarakat yang terdampak, kami libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kita kasih insentif,” ujar Menteri Dody.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat Rifi Firdaus Lustika menjelaskan sejak banjir bandang pada 10 Oktober 2026 lalu, tim teknis telah melakukan survei terhadap 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan yang tersebar di 3 kecamatan yang terdampak di Kota Padang, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

“Dari total 33 titik itu, alhamdulillah yang terdampak hanya 7 lokasi yang terdiri dari 2 masjid dan 5 mushola. Dan saat ini untuk pembersihan 2 masjid dan 5 mushola yang tersebar tersebut sudah selesai 100 persen dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat,” ujar Rifi.

Dalam pelaksanaan pembersihan di kawasan Lumin Park, dan di kawasan Kampung Tanjung, masyarakat terdampak dilibatkan untuk membersihkan rumah-rumah, sedangkan pembersihan jalan dan material berat tetap dilakukan menggunakan alat berat. “Alhamdulillah, sekarang pembersihan sudah hampir final. Dan kondisi sekarang sudah bersih dan dapat nyaman digunakan kembali,” kata Rifi.

Salah seorang masyarakat di Kampung Tanjung, Muhammad Taufik berterimakasih kepada Kementerian PU atas penanganan cepat pascabencana yang telah dilakukan bagi kawasan permukimannya.

“Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Masalahnya, kami diikutsertakan untuk menjadi bagian dari program Padat Karya, ditugaskan untuk membersih-bersih rumah,” ujar dia.

Selain di Kota Padang, Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari 10 lokasi yang menjadi lingkup penanganan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, 9 lokasi terdampak material lumpur, terutama di bagian pekarangan. Pada beberapa lokasi, lumpur juga masuk ke dalam bangunan. Saat ini seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut juga telah selesai.

Melalui penanganan darurat dan kolaborasi lintas unit kerja, Kementerian PU berkomitmen mendukung pemulihan fasilitas publik dan permukiman masyarakat pascabencana. Penerapan skema padat karya juga diharapkan tidak hanya mempercepat pembersihan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenkop Respons Persepsi Negatif Kopdes: Bukan Milik Pemerintah, tapi Masyarakat Desa
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
UB dan Komdigi Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Potensi Perundungan di Sekolah Rakyat
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
Polda Jateng Bongkar Pengiriman Ribuan Botol Miras Ilegal Ke Karimunjawa
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Ratusan Siswa di Cirebon Keracunan Usai Santap MBG, Muntah hingga Diare
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Kembali Turun 21 Oktober 2026, Antam Jadi Rp2,593 Juta per Gram
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.