Cetak SDM Unggul, KEK Didorong Jadi Pusat Pengembangan Tenaga Kerja Terampil

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi pusat pengembangan tenaga kerja terampil.

Cetak SDM Unggul, KEK Didorong Jadi Pusat Pengembangan Tenaga Kerja Terampil. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi pusat pengembangan tenaga kerja terampil untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, pengembangan KEK diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan industri dan investasi, tetapi juga menjadi wadah peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pendidikan, pelatihan vokasi, dan program pemagangan.

Baca Juga:
Bidik Kolaborasi dengan China, KEK Kura Kura Bali Diarahkan Jadi Poros Teknologi dan Riset

"Kita berharap KEK akan menjadi salah satu ujung tombak dalam pertumbuhan ekonomi dan sekaligus untuk perekrutan tenaga kerja yang lebih luas," kata Yassierli dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dia menuturkan, KEK memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Baca Juga:
KEK Kura-kura Bali Perkuat Kemitraan RI-China, Bakal Jadi Hub Industri Teknologi dan Riset

Yassierli menjelaskan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ingin menjadikan KEK sebagai talent engine atau pusat pengembangan talenta yang mampu menghasilkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri masa depan.

Baca Juga:
Airlangga Sebut Investasi KEK Tembus Rp382,1 Triliun, Serap 302 Ribu Pekerja

"Kami punya mimpi juga KEK ini akan menjadi talent engine untuk SDM unggul masa depan Indonesia. Ada beberapa hal yang konkrit tadi kami tawarkan kepada para pengelola KEK, bagaimana program pemagangan nasional kita bisa optimalkan untuk hadir di KEK-KEK dan juga program pelatihan vokasi nasional," kata dia.

Yassierli menilai, pengembangan KEK perlu didukung ekosistem yang terintegrasi antara industri, lembaga pendidikan, pelatihan vokasi, hingga pelaku usaha. Dengan demikian, KEK tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga tempat pengembangan kompetensi tenaga kerja.

"Sehingga KEK ini akan menjadi satu ekosistem di situ tidak hanya ada industri, di situ ada institusi pendidikan yang mendukung, ada pelatihan vokasi yang mendukung, ada adik-adik kita yang mengikuti program magang, nanti juga ada startup, UMKM dan seterusnya," kata dia.

Yassierli berharap integrasi tersebut dapat menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan spesifik, sertifikasi kompetensi, serta pengalaman langsung di dunia industri.

"Inilah yang kita harapkan satu ekosistem yang terintegrasi dalam menghasilkan talent-talent Indonesia ke depan, yang saya sebut dengan talent engine ke depan yang kita tentu berharap nanti mereka memiliki skill yang spesifik, sertifikasi, pengalaman industri dan seterusnya," ujar Yassierli.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fajar/Fikri Antiklimaks, Usai Juara di Denmark Langsung Tumbang pada Babak Pertama French Open 2026
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Studi IHDC: Hampir 7 Dari 10 Siswa Di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Kejaksaan Agung: Putusan MK soal Peradilan Militer Wujud Nyata Kesetaraan di Mata Hukum
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Kedaruratan Cesium-137 di Cikande selesai
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Lewat AMTF 2026, Astindo Hadirkan Pilihan Wisata Ramah Muslim ke Berbagai Destinasi Dunia
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.