Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Banten memastikan dari total 240 orang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Banten pada Selasa (20/10) berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea melalui keterangan tertulis diterima di Tangerang, Rabu mengatakan bahwa dari seluruh penumpang yang diselamatkan saat ini telah ditampung di area aman dan segera diantar menuju daerah tujuan masing-masing melalui fasilitas ASDP Indonesia Ferry.
"Untuk penumpang selamat saat ini ditampung di Dermaga VI Pelabuhan Merak. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen mengantar para penumpang ke wilayah tujuan, khususnya Jabodetabek, menggunakan armada bus malam," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan data manifes resmi, kapal feri yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak tersebut mengangkut sebanyak 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
"Dari total 420 penumpang tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan dan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki," ujarnya.
Dalam hal ini, Maruli turut menjelaskan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.35 WIB pada jarak sekitar 700 meter sebelum kapal bersandar di dermaga Pelabuhan Merak.
Di mana, untuk korban luka-luka seluruhnya telah dievakuasi secara cepat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Penumpang yang mengalami luka-luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Pulomerak dan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM)," ucapnya.
Polda Banten saat ini terus memberikan pelayanan terhadap para korban. Di mana, kepolisian mendirikan posko pelayanan di Lantai 2 Dermaga VI Pelabuhan Merak untuk membantu para korban.
"Kami menyiapkan posko kepolisian di lantai 2 Dermaga VI untuk melayani masyarakat yang kehilangan barang-barang berharga atau surat-surat penting. Surat tanda penerimaan laporan kehilangan ini nantinya akan membantu proses pengurusan lebih lanjut. Personel sudah kami siagakan penuh," pungkas Maruli.
Sebelumnya, kebakaran di atas KMP Batumandi terjadi di saat kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Selasa, sekitar pukul 14.52 WIB.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muatan kendaraan kecil.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. ASDP berkomitmen mendukung proses pemeriksaan oleh pihak berwenang serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
Baca juga: Menhub instruksikan langkah cepat penanganan insiden KMP Batumandi
Baca juga: Polri akan selidiki penyebab KMP Batumandi terbakar di Merak
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea melalui keterangan tertulis diterima di Tangerang, Rabu mengatakan bahwa dari seluruh penumpang yang diselamatkan saat ini telah ditampung di area aman dan segera diantar menuju daerah tujuan masing-masing melalui fasilitas ASDP Indonesia Ferry.
"Untuk penumpang selamat saat ini ditampung di Dermaga VI Pelabuhan Merak. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen mengantar para penumpang ke wilayah tujuan, khususnya Jabodetabek, menggunakan armada bus malam," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan data manifes resmi, kapal feri yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak tersebut mengangkut sebanyak 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
"Dari total 420 penumpang tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan dan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki," ujarnya.
Dalam hal ini, Maruli turut menjelaskan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.35 WIB pada jarak sekitar 700 meter sebelum kapal bersandar di dermaga Pelabuhan Merak.
Di mana, untuk korban luka-luka seluruhnya telah dievakuasi secara cepat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Penumpang yang mengalami luka-luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Pulomerak dan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM)," ucapnya.
Polda Banten saat ini terus memberikan pelayanan terhadap para korban. Di mana, kepolisian mendirikan posko pelayanan di Lantai 2 Dermaga VI Pelabuhan Merak untuk membantu para korban.
"Kami menyiapkan posko kepolisian di lantai 2 Dermaga VI untuk melayani masyarakat yang kehilangan barang-barang berharga atau surat-surat penting. Surat tanda penerimaan laporan kehilangan ini nantinya akan membantu proses pengurusan lebih lanjut. Personel sudah kami siagakan penuh," pungkas Maruli.
Sebelumnya, kebakaran di atas KMP Batumandi terjadi di saat kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Selasa, sekitar pukul 14.52 WIB.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muatan kendaraan kecil.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. ASDP berkomitmen mendukung proses pemeriksaan oleh pihak berwenang serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
Baca juga: Menhub instruksikan langkah cepat penanganan insiden KMP Batumandi
Baca juga: Polri akan selidiki penyebab KMP Batumandi terbakar di Merak





