Meski Perang di Timur Tengah Masih Panas, MotoGP Tegaskan akan Tetap Menggelar Balapan di Qatar Musim Ini

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - MotoGP menegaskan rencana mereka untuk tetap menyelenggarakan MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail meski situasi keamanan di Timur Tengah belum stabil.

MotoGP Qatar 2026 akan berlangsung pada 6-8 November mendatang setelah batal dogelar pada bulan Aprili lalu.

Saat itu, MotoGP Qatar 2026 dijadwalakn menjadi seri ke-4 di MotoGP 2026 yang akan berlangsung pada bulan Aprili lalu. Namun, situasi perang di timur tengah membuat MotoGP membatalkan hal tersebut dan menundannya hingga bulan November mendatang.

Francesco Bagnaia di sesi tes pramusim MotoGP 2026
Sumber :
  • Facebook/MotoGP

Namun, kini dengan situasi perang timu tengah yag masih memanas, MotoGP justru tetap menegaskan jika renana mereka untuk menggelar balapan di Qatar tidak akan berubah.

Melansir dari laman motorsport, asosiasi tim IRTA telah mengirimkan surel kepada peserta untuk menyampaikan rencana pelaksanaan balapan di Sirkuit Lusail tersebut.

Keputusan ini sejalan dengan pernyataan resmi MotoGP yang menyebut persiapan GP Qatar masih berlangsung sesuai jadwal, meskipun serangan terjadi di negara tetangga, Arab Saudi.

Wakil CEO MotoGP Carlos Ezpeleta menegaskan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan agenda balapan.

"Kami berencana untuk pergi ke Qatar, namun keselamatan dan kesejahteraan seluruh staf serta penggemar tentu menjadi prioritas utama, jadi kami akan terus memantau situasinya." katanya.

Keberlangsungan MotoGP Qatar juga berpotensi memengaruhi perebutan gelar juara dunia. Jorge Martin dari Aprilia dan Marc Marquez dari Ducati kini hanya terpaut dua poin.

Qatar menjadi seri ketiga dari lima putaran tersisa musim ini. Karena itu, pembatalan balapan berpotensi mengubah persaingan menuju gelar juara dunia.

Di sisi lain, meski tidak ada laporan serangan rudal atau drone di Qatar sejak April, kekhawatiran keamanan di timur tengah masih muncul.

Melansir dari laman Crash, dalam update terakhir Keduataan Besar AS di Qatar pada 18 Oktober, mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi warganya.

"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat situasi keamanan yang kompleks. Harap waspada terhadap kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan ruang udara, dan gangguan perjalanan." tulisnya.

(akg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persikad Depok Women Petik Pelajaran Berharga usai Tampil Ngotot di Laga Perdana
• 20 jam lalubola.com
thumb
Ombudsman Temukan Maladministrasi Bantuan Korban Gempa NTT
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
DEN Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga Pangan Imbas El Nino, Minta Stok Beras Dijaga
• 11 jam laludisway.id
thumb
Tingkatkan Produktivitas, Petani Swadaya Kaltim Dilatih Praktik Budidaya Sawit Berstandar Industri
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemilik AC Milan Ingin Ambil Alih Al-Nassr Lewat Kemitraan dengan Ronaldo
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.