Seoul: Hampir seluruh website pemerintah dan media resmi Korea Utara tidak dapat diakses selama lebih dari 24 jam, menurut laporan media NK News yang berbasis di Seoul pada Rabu, 21 Oktober 2026.
NK News melaporkan bahwa gangguan tersebut mencakup sejumlah media pemerintah, portal informasi resmi, hingga situs kementerian luar negeri negara itu.
Penyebab gangguan internet berskala nasional tersebut belum diketahui. Namun, gangguan itu diduga berkaitan dengan masalah pada jaringan Ryugyong-dong Korea Utara, yang selama ini mengandalkan layanan internet dari penyedia China Unicom melalui alamat IP yang terkait dengan jaringan Cenbong yang berbasis di Hong Kong.
Sejumlah situs mulai mengalami gangguan secara bersamaan pada Selasa kemarin, lapor NK News. Situs-situs tersebut antara lain kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), surat kabar Rodong Sinmun dan Minju Joson, serta layanan radio eksternal Voice of Korea.
Portal informasi resmi Naenara, situs Kementerian Luar Negeri Korea Utara, maskapai nasional Air Koryo, dan DPRK Portal yang memuat daftar situs resmi negara itu juga tidak dapat diakses sejak saat yang sama.
DPRK merupakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, yakni Republik Rakyat Demokratik Korea.
KCNA sempat kembali beroperasi di hari Selasa, tetapi mengalami gangguan selama 19 dari 24 jam setelah pemadaman awal. Sementara itu, sebagian besar situs lainnya tetap tidak dapat diakses, kecuali beberapa periode konektivitas singkat pada Rabu pagi dengan total sekitar 10 menit.
Server email SMTP Silibank milik Pyongyang juga tidak beroperasi sejak Selasa pagi, selain sempat dapat diakses selama lima menit pada Rabu pagi.
Korea Utara diketahui memiliki jalur konektivitas alternatif. Perusahaan telekomunikasi Rusia TransTeleCom telah menyediakan layanan internet alternatif sejak 2017.
Selain itu, layanan dari China dan Rusia telah merutekan lalu lintas internet melalui jaringan sekunder yang berbasis di Filipina untuk melengkapi jaringan Ryugyong-dong sejak 2023.
Meski memiliki jalur alternatif tersebut, konektivitas internet Korea Utara masih mengalami gangguan selama lebih dari sehari. Gangguan ini terjadi di tengah rumor kematian pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang hingga kini belum dapat diverifikasi.
Baca juga: Benarkah Kim Jong un Meninggal? Cek Faktanya




