Kasus eFishery dan Gejolak MSCI, Bagaimana Nasib Investasi Startup di RI?

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

 Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi merespons soal nasib dan langkah pemerintah terhadap startup Indonesia setelah kasus eFishery dan juga di tengah gejolak MSCI di pasar modal Indonesia. 

Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengakui pemerintah kini sudah mengetahui titik lemah startup di Indonesia. Menurutnya, kelemahan itu ada pada tata kelola, pengendalian, manajemen bisnis, dan kecocokan produk dengan pasar atau product-market fit. Menurutnya, aspek-aspek ini yang kini terus dijaga.

Tak hanya itu, ia mengatakan Komdigi sudah menyusun Startup Maturity Index. Ia menyebut indeks ini dipakai untuk memetakan startup mana yang tata kelolanya mulai mapan dan produknya sudah dipakai masyarakat. 

Lewat langkah ini, pemerintah ingin kembali menumbuhkan semangat anak muda Indonesia untuk berinovasi dan menghadirkan solusi bagi kehidupan masyarakat.

“Ada pasar lain-lain yang kita majukan terlebih dahulu jadi ya let's see lah, dalam beberapa hari ini mudah-mudahan ada yang berlanjut menjadi investasi yang beneran gitu,” kata Edwin ketika ditemui sela-sela Bali Tech Week 2026 di Sanur, Bali, Rabu (21/10). 

Adapun saat ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menggelar Bali Tech Week 2026 pada 19–23 Oktober untuk menarik investasi dan memperkuat ekosistem teknologi nasional. Langkah ini dilakukan saat pendanaan startup Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura, meskipun nilai transaksi ekonomi digital Tanah Air terus tumbuh.

Pendanaan Startup Capai Rp7 Triliun

Pendanaan startup Indonesia mencapai US$392 juta atau Rp7,02 triliun hingga 5 Oktober 2026. Realisasi ini melampaui total pendanaan sepanjang tahun lalu yang mencapai US$ 358 juta atau sekitar Rp 6,41 triliun, berdasarkan data yang disampaikan pemerintah. 

Namun, angka tersebut masih menunjukkan tantangan dalam mengembangkan ekosistem startup nasional agar lebih kompetitif dalam menarik modal. Berdasarkan laporan Southeast Asia Startup Funding Report Full Year 2025 dari DealStreetAsia, pendanaan startup Indonesia sepanjang 2025 tercatat US$ 340 juta atau Rp 5,72 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 6,3% dari total pendanaan startup Asia Tenggara. Sementara itu, Singapura mencatat pendanaan US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 70,74 triliun sepanjang 2025, setara dengan 78,1% dari total investasi startup di kawasan tersebut. Kesenjangan juga terlihat dari pembentukan perusahaan rintisan berstatus unicorn, yakni startup dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. 

Mengutip laporan yang sama, Indonesia belum melahirkan unicorn baru sejak 2024, sementara sejumlah startup di negara lain, terutama Singapura, berhasil mencapai status tersebut.

Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan teknologi dunia. Namun, besarnya pasar belum sepenuhnya diikuti investasi dan pengembangan industri teknologi nasional. 

Menurut Meutya, pertumbuhan ekonomi digital ke depan akan dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, kualitas data, ekosistem inovasi, dan strategi kemitraan.

Mengutip laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$ 99 miliar pada 2025. Angka itu tumbuh 14% secara tahunan atau year on year (yoy). 

“Pemerintah tidak dapat membangun ekosistem digital tunggal. Oleh karena itu, Bali Tech Week 2026 menjadi wujud kerja bersama pemerintah, industri, investor, inovator, dan komunitas untuk memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia,” kata Meutya dalam keterangan resmi, Rabu (14/10). 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ruben Onsu Serahkan 48 Bukti di Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Ini Isinya
• 20 menit lalucumicumi.com
thumb
Terima Hibah Aset KPK Rp9,65 Miliar, Pramono Anung: Kita Jadikan Pos Damkar
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Program Pemerintah Prabowo-Gibran Fokus Mendorong Rakyat Kecil Berdaya
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Bakal Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Bertepatan Dua Tahun Pemerintahan
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Deddy Corbuzier Diam-diam Bantu Korban Karhutla Kalimantan: Ada Percakapan yang Tak Dijadikan Konten
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.