Kasus Dokter Cabuli Anak: Pemkot Bandung Beri Pendampingan Psikologis Korban-Ibu

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota Bandung menyiapkan pendampingan psikologis bagi ibu dan anak yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual oleh ayah kandungnya, seorang dokter umum berinisial IS. Pendampingan dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban, terutama anak yang masih balita itu.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, perlindungan terhadap ibu dan anak menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan kasus tersebut. Menurutnya, ibu korban juga perlu mendapat perlindungan karena diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Yang nomor satu yang mesti dilakukan adalah perlindungan terhadap korban. Perlindungan terhadap korban tidak hanya berupa perlindungan dari pemerintah terhadap anak dan ibunya, karena ibunya juga korban KDRT. Jadi kita amankan, itu yang pertama,” kata Farhan saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (21/10).

Farhan menegaskan, perlindungan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan fisik, tetapi juga mencakup kerahasiaan identitas korban. Ia meminta semua pihak tidak mengekspos identitas ibu maupun anak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Yang kedua, perlindungan dari ekspose identitas. Ekspose identitas tidak boleh sama sekali ada ekspose identitas dari korban, baik sang ibu maupun sang anak,” ujarnya.

Untuk mendukung pemulihan korban, Farhan menyebut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) telah mengirimkan tim psikolog. Tim tersebut bertugas menemui ibu korban dan memeriksa kondisi anak.

“Pendampingan psikologis yang dilakukan adalah DP3A langsung mengirimkan tim psikolog untuk bertemu dengan sang ibu dan juga untuk memeriksa anaknya,” tutur Farhan.

Selain pendampingan psikologis, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan dukungan layanan kesehatan melalui rumah sakit milik pemerintah daerah. Farhan mengatakan, RSUD Bandung Kiwari menyediakan fasilitas khusus untuk penanganan korban kekerasan seksual.

“Kami dari RSUD juga menyediakan, terutama di Kiwari, itu menyediakan satu lantai khusus untuk korban kekerasan seksual,” katanya.

Farhan turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan membantu penanganan kasus tersebut, termasuk anggota DPR RI. Ia memastikan perkara dugaan kekerasan seksual itu telah ditangani kepolisian.

“Saya tentu mengucapkan terima kasih atas bantuan dari berbagai macam pihak, termasuk perhatian dari anggota DPR RI atas kasus ini, dan kasus ini sudah langsung ditangani oleh kepolisian,” ucapnya.

Sebelumnya, kuasa hukum ibu korban, Debi Agusfriansa, menyampaikan dokter umum yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya telah diamankan bersama korban di Polda Jawa Barat pada Rabu (21/10).

Debi juga menyebut kondisi anak masih mengalami trauma dan saat ini mendapatkan pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jawa Barat.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan perlindungan terhadap korban, pemulihan psikologis, serta kerahasiaan identitas ibu dan anak menjadi hal penting dalam penanganan perkara ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo Eks Napi Terorisme di Jakarta
• 11 jam laludetik.com
thumb
Dukung Program 3 Juta Rumah dan Pembinaan Pemuda, DPD REI Sulsel dan IOF Audiensi dengan Kapolda Sulsel
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Menko Polkam Sebut Kebebasan Berpendapat Adalah Hak Konstitusional
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Gambar Illuminati dan Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga, TNI Langsung Turun Tangan
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Said Abdullah Sebut Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.