TOBA Raih Investasi dari Afiliasi BlackRock Rp7,8 Triliun untuk Bisnis Limbah

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah di Asia. Penyertaan modal tersebut dilakukan kepada SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), perusahaan induk platform pengelolaan limbah yang dikendalikan TBS.

Kendati demikian, rencana ini belum definitif karena masih memerlukan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Investasi tersebut dilakukan melalui pengambilan saham preferen baru yang diterbitkan SBTH beserta instrumen lainnya. Pendanaan secara bertahap itu ditujukan untuk membiayai pertumbuhan bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia.

Baca Juga:
Bisnis Sampah Sumbang 92 Persen EBITDA, Portofolio TOBA Kian Bergeser dari Batu Bara

Direktur Utama & CEO TBS, Dicky Yordan mengatakan, investasi ini menjadi bagian penting dari strategi transformasi perseroan menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan. TBS juga akan mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbahnya meski menggandeng investor baru.

“Dengan investasi modal dalam beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya SGD555 juta (Rp7,8 triliun) ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami, sementara kami tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbah untuk mendorong pertumbuhan secara organik maupun anorganik,” ujar Dicky dalam keterangan resmi, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga:
TOBA Pangkas Utang Jangka Pendek 30,9 Persen, Arus Kas Operasi Kembali Positif

SBTH menaungi sejumlah perusahaan operasional pengelolaan limbah TBS, yakni Cora Environment Pte. Ltd. yang bergerak di bidang pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah di Singapura; Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd. yang menangani limbah medis di Singapura; serta PT Arah Environmental Indonesia yang mengelola limbah medis, industri, dan rumah tangga di Indonesia.

Secara kolektif, ketiga perusahaan tersebut mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah selama enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Cora Environment melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis di Singapura, sedangkan Arah Environmental Indonesia menjalankan kegiatan usaha di 15 provinsi di Indonesia.

Dicky menyatakan investasi HPS mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek bisnis pengelolaan limbah serta transformasi perusahaan menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan di Asia. Persetujuan atas transaksi ini akan dimintakan melalui RUPSLB, dengan informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi TBS dan Bursa Efek Indonesia.

Dalam transaksi ini, Rippledot Capital bertindak sebagai penasihat keuangan TBS, sedangkan Allen & Gledhill menjadi penasihat hukumnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cek Promo Sumpah Pemuda di AHASS, Ada Potongan Biaya Jasa Servis Motor
• 4 jam laludisway.id
thumb
Kementan-Kemenko PM Entaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Pertanian
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
DPRD Surabaya Prihatin Kasus Bocah Difabel Meninggal, Desak Penguatan Perlindungan Anak
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Developer Iseng Instal iOS 16 di Redmi Note 12, Ternyata Bisa!
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Siswa di Cirebon Keracunan usai Santap MBG, BGN Langsung Suspend SPPG
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.