Samsung ingin menjaga hubungan dengan pengguna perangkat rumah tangga Bespoke AI sepanjang masa pakai produk. Perusahaan mengandalkan pembaruan peranti lunak (software) panjang, pengembangan fitur AI, dan integrasi layanan agar perangkat tetap relevan setelah pembelian.
Regional Head of Home Appliances, Vice President Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Bernard Ang, mengatakan peralatan rumah tangga memiliki masa penggunaan yang panjang. Konsumen umumnya memakai produk tersebut selama 5 hingga 10 tahun, bahkan lebih lama.
Karena itu, Samsung ingin interaksi dengan pelanggan terus berlangsung selama mereka menggunakan perangkat.
"Kami juga akan memastikan bahwa cara kami berinteraksi dengan pelanggan tidak berhenti pada transaksi sekali saat pembelian, karena siklus penggunaan produk peralatan rumah tangga kami biasanya 5 hingga 10 tahun, dan terkadang lebih lama," ujar Bernard dalam wawancara dengan kumparan di Vietnam pada 14 Oktober 2026.
Menurut Bernard, perkembangan AI memungkinkan Samsung mengintegrasikan perangkat keras, peranti lunak, dan layanan. Integrasi tersebut menjadi cara perusahaan mempertahankan relevansi produk dengan kebutuhan pengguna.
Salah satu langkahnya ialah memberikan pembaruan software selama tujuh tahun untuk model kecerdasan buatan tertentu. Bernard menyebut Samsung telah memulai kebijakan tersebut sekitar dua tahun lalu.
Dukungan ini menjadi bagian dari strategi Samsung membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Selama perangkat masih digunakan, perusahaan berupaya menjaga pengalaman pengguna melalui pengembangan perangkat lunak dan layanan.
"Kami akan terus berupaya menghadirkan pengalaman yang menyeluruh dan lancar bagi konsumen," kata Bernard.
Fokus pada Kebutuhan Sehari-hariStrategi mempertahankan pengguna tersebut berjalan bersama upaya Samsung meningkatkan manfaat AI pada perangkat rumah tangga. Bernard mengatakan perusahaan menempatkan kebutuhan sehari-hari sebagai dasar pengembangan teknologi.
Saat ditanya apakah peralatan rumah tangga akan menjadi sepenuhnya otonom dengan agentic AI, ia menekankan peran AI dalam meningkatkan kenyamanan dan menyelesaikan persoalan pengguna.
"Fokusnya lebih pada memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengatasi persoalan konsumen dengan cara yang alami dan lancar," ujar Bernard.
Ia menjelaskan tiga fokus pengembangan perangkat rumah tangga AI Samsung. Perusahaan ingin memperluas jangkauan Bespoke AI kepada lebih banyak konsumen dan pengguna bisnis, serta menambah cakupan kategori produk.
Samsung juga berencana meningkatkan pengalaman AI seiring perkembangan teknologinya. Fokus lainnya adalah menjaga hubungan dengan pelanggan melalui perpaduan perangkat keras, peranti lunak, dan layanan selama masa penggunaan produk.
Pada mesin cuci, misalnya, Bernard menjelaskan bahwa AI Wash dapat mendeteksi jenis kain, beban cucian, dan tingkat kekotoran. Sistem menggunakan informasi tersebut untuk mengatur jumlah air dan dosis deterjen secara otomatis.
Sementara itu, melalui antarmuka SmartThings, pengguna dapat memantau konsumsi energi perangkat. Bernard mengatakan pengguna juga dapat memasukkan tarif listrik untuk memperoleh gambaran biaya pemakaian.
Manfaat seperti pengaturan pencucian dan pemantauan energi menjadi contoh cara Samsung menempatkan AI dalam aktivitas rutin konsumen.
Kulkas Makin Proaktif Bantu PenggunaSamsung juga melihat peluang menghadirkan bantuan yang lebih proaktif melalui agentic AI. Bernard mencontohkan pengembangan pengalaman penggunaan kulkas yang dapat membantu pengguna mengelola persediaan makanan.
Menurutnya, teknologi AI Vision saat ini sudah dapat mengenali bahan makanan yang masuk dan mencatat inventarisnya. Ketika pengguna mengeluarkan bahan makanan, sistem menyesuaikan catatan persediaan tersebut. Pengguna juga dapat melihat informasi inventaris melalui smartphone apabila telah mengatur fiturnya dengan benar.
Dalam skenario agentic AI yang Bernard paparkan, kulkas dapat mengingatkan ketika stok bahan makanan, seperti telur atau blueberry, mulai menipis. Pengguna kemudian dapat mengakses platform belanja untuk mengisi kembali persediaan.
Namun, integrasi dengan layanan belanja tersebut bergantung pada kemitraan dan negara tempat pengguna berada.
Bernard juga menjelaskan batas kemampuan pencatatan makanan saat ini. Untuk informasi waktu penyimpanan, sistem masih mengacu pada tanggal makanan masuk ke kulkas. Melalui AI Food Manager, pengguna dapat melihat jumlah bahan makanan dan waktu memasukkannya.
Pengembangan fungsi yang dekat dengan rutinitas pengguna itu menunjukkan arah strategi Samsung dalam menjaga loyalitas pelanggan. Perusahaan ingin perangkat Bespoke AI tetap memberi manfaat selama bertahun-tahun melalui dukungan perangkat lunak dan layanan yang terhubung dengan kebutuhan sehari-hari.
Reporter: Avissa Harness





