PALEMBANG, KOMPAS.TV - Upaya mengurai kabut asap akibat karhutla di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui uji coba teknologi dry ice.
Pada Senin, 19 Oktober 2026, sebanyak 1,6 ton dry ice disemai dalam dua sortie, ditambah 800 kilogram natrium klorida dalam satu sortie.
Dengan tambahan ini, total penyemaian dry ice sejak 15 Oktober mencapai 8,8 ton.
Operasi difokuskan di wilayah timur hingga tenggara Palembang, menyusul asap karhutla dari sejumlah wilayah yang masih bergerak ke kota.
Upaya berbasis teknologi ini terus dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap di Palembang dan sekitarnya.
Teknologi dry ice diuji coba di Palembang, Sumatera Selatan, untuk pertama kali. Metode ini memecah lapisan inversi atmosfer yang memerangkap asap dan menghambat pertumbuhan awan.
Dengan teknik ini, asap diharapkan dapat terurai dan terbawa angin, sementara peluang pertumbuhan awan hujan meningkat.
Berbeda dari teknik modifikasi cuaca dengan penyemaian garam, dry ice mengandalkan partikel es untuk memengaruhi kondisi atmosfer.
Baca Juga: Suporter Persib Bentangkan Spanduk “All Eyes on Karhutla” di Stadion Si Jalak Harupat |KOMPAS PETANG
#dryice #karhutla #bmkg #kabutasap
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- dry ice
- karhutla
- kabut asap
- palembang
- bmkg





