FULL! KPAI Bicara Kasus Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya: Ada Pengaruh Pola Asuh & Medsos

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.TV - Meninggalnya seorang anak berkebutuhan khusus di tangan tetangganya sendiri menyisakan duka mendalam pada keluarga korban.

Korban ditemukan ibunya di teras rumah, 12 September lalu, dengan kondisi mengenaskan, antara lain adanya bekas jeratan di leher.

Sang ayah menyebut, berdasarkan rekaman CCTV, diketahui bahwa dua anak tetangganya yang berusia 8 dan 10 tahun masuk ke area rumahnya saat ayah korban tengah tertidur di dalam kamar, sementara ibu korban berjualan di pasar.

Setelah kurang lebih 15 menit, kedua anak itu pergi.

Namun, bocah yang berusia 10 tahun sempat kembali lagi dan kemudian meninggalkan rumah korban kurang lebih 10 menit kemudian.

Hingga akhirnya, ibu korban pulang dan menemukan sang anak sudah jatuh dari kursi rodanya dan dalam kondisi tak sadar.

Hasil autopsi antara lain menunjukkan adanya cairan sabun di dalam perut korban.
Ayah korban kini meminta keadilan atas kasus yang menimpa sang putra.

Ia juga berharap, anak yang terlibat mendapat pembinaan dan tidak serta-merta dikembalikan ke orang tua.

Dalam kasus ini, Polrestabes Surabaya memutuskan untuk memberikan pembinaan pada bocah berusia 10 tahun yang telah ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum dalam kasus meninggalnya anak penyandang disabilitas di Surabaya.

Keputusan itu diambil usai penyidik dari Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya menggelar rapat pengambilan keputusan terkait kasus dugaan perundungan terhadap anak disabilitas hingga meninggal dunia.

Bocah terduga pelaku perundungan akan dibina selama 6 bulan di Rumah Perubahan Surabaya.

Kasus perundungan yang menyebabkan korban meninggal dunia juga terjadi belum lama ini di Pemalang, Jawa Tengah.

Seorang siswa berusia 7 tahun meninggal dunia dalam kasus ini.

Sebelum kematiannya, korban mengaku dipukuli oleh tiga kakak kelasnya yang juga masih belia.

Dugaan itu juga diperkuat oleh siswa lain yang berada di lokasi.

Keterlibatan anak dalam kejahatan, bahkan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa, hendaknya menjadi peringatan keras.

Tak hanya bagi orang tua pelaku, melainkan alarm untuk sistem sosial secara umum tentang bagaimana anak yang seharusnya masih berkutat dengan bermain dan belajar justru malah melakukan tindakan melanggar hukum.

Kasus perundungan yang dilakukan anak-anak terhadap anak-anak menjadi fakta yang sekaligus menyisakan pertanyaan besar.

Apa yang terjadi saat ini, di mana seorang anak bisa melakukan tindakan yang menyakiti anak lainnya, bahkan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia?

Untuk membahasnya, kita akan terhubung dengan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, Dyah Puspitarini.

Baca Juga: Dugaan Perundungan Berujung Kematian Siswa SD, Deretan Kejanggalan yang Ditemukan Anggota DPR Ini

#perundungan #anakdisabilitas #kpai #bullying
 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV

Tag
  • perundungan
  • bullying
  • anak disabilitas
  • surabaya
  • kpai
  • kasus perundungan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas MBG Lombok Timur Periksa Kesiapan 82 Dapur SPPG, Sebanyak 15 Unit Terima Penghentian Sementara
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Temui Prabowo, Luhut Cs Sampaikan 7 Rekomendasi Buat Ekonomi RI
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov Jateng maksimalkan operasi water bombing atasi karhutla Lawu
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
SPPG di Cirebon Di-suspend Buntut Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG
• 16 jam laludetik.com
thumb
Luhut: Perlinsos Akan Diluncurkan Presiden pada 10 November
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.