PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki kerja sama dengan perusahaan teknologi energi bersih asal Amerika Serikat, FLEXIH Inc., untuk mengkaji potensi produksi hidrogen rendah karbon berbasis biomassa di Indonesia. Penjajakan ini mencakup evaluasi bahan baku, peluang penyerapan hidrogen (offtake), dan opsi investasi melalui teknologi gasifikasi plasma.
Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) di Centennial Tower, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Kesepakatan ini menjadi tahap awal pertukaran informasi dan evaluasi potensi kerja sama kedua perusahaan, bukan keputusan final investasi atau pembangunan fasilitas produksi.
CEO and Founder FLEXIH Inc. Dr. Natarianto Indrawan mengatakan pengembangan energi masa depan membutuhkan kolaborasi untuk menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan industri.
“Pengembangan energi masa depan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kita perlu membangun kolaborasi yang menghubungkan potensi sumber daya dan kebutuhan industri. Indonesia memiliki kekayaan biomassa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung dekarbonisasi,” ungkap Natarianto.
Menurut Natarianto, teknologi gasifikasi plasma berpotensi mendukung pemanfaatan biomassa dengan kadar air relatif tinggi. Namun, kesesuaian teknologi dengan karakteristik biomassa di Indonesia serta keekonomian proyek masih perlu dievaluasi.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersama-sama mengkaji bagaimana teknologi dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik biomassa yang tersedia, serta aspek keekonomian proyek. Pendekatan tersebut penting agar pengembangan teknologi tidak berhenti pada konsep, tetapi memiliki landasan yang kuat untuk dievaluasi lebih lanjut,” tambah Natarianto.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan penandatanganan NDA menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang pertukaran informasi dalam mendalami potensi kerja sama.
“Penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement (NDA) pada hari ini merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis. Langkah ini menjadi fondasi hukum serta bentuk komitmen bersama dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi sensitif, seiring dengan dimulainya rencana pelaksanaan kerja sama dan pertukaran data antara PLN Energi Primer Indonesia dan FlexiH Inc.,” ujar Hokkop.
Baca Juga: PLN EPI Gandeng GETI Kembangkan Energi Berbasis Limbah
Baca Juga: Gasifikasi PLTMG Kupang Jalan, PLN EPI Petakan Peluang Ekonomi Warga
FLEXIH Inc. merupakan perusahaan teknologi energi bersih yang mengembangkan teknologi modular E-Refinery untuk menghasilkan hidrogen, amonia, serta bahan bakar dan bahan kimia rendah karbon. Teknologi gasifikasi plasma yang dikembangkan perusahaan tersebut berpotensi mengolah berbagai jenis bahan baku, termasuk biomassa, menjadi produk energi bernilai tambah.
Sementara itu, PLN EPI terus mengembangkan pemanfaatan biomassa dan mengeksplorasi peluang bioenergi sebagai bagian dari diversifikasi energi. Penjajakan dengan FLEXIH diarahkan untuk mengkaji peluang pengolahan biomassa menjadi produk bernilai tambah, termasuk hidrogen rendah karbon.
Realisasi pengembangan fasilitas produksi tersebut masih bergantung pada hasil evaluasi teknis, ketersediaan bahan baku, keekonomian proyek, serta potensi penyerapan hidrogen yang dihasilkan.





