Jakarta, VIVA – Anak-anak seharusnya menikmati masa kecil tanpa harus memikirkan masalah keuangan keluarga. Namun, mereka tetap bisa memahami ketika kondisi ekonomi orang tua sedang sulit. Situasi tersebut bahkan dapat membentuk kebiasaan yang terbawa hingga mereka dewasa.
Orang yang tumbuh dalam keluarga dengan kondisi keuangan terbatas biasanya terbiasa menghargai setiap barang yang dimiliki. Mereka belajar menggunakan sesuatu semaksimal mungkin, memperbaikinya jika rusak, dan menghindari pengeluaran yang dianggap tidak perlu.
Akibatnya, kebiasaan berhemat tersebut terkadang membuat mereka menyimpan atau menggunakan barang lebih lama dari yang seharusnya. Bukan semata-mata karena tidak mampu membeli yang baru, melainkan juga karena sudah terbiasa merasa sayang untuk membuang sesuatu yang masih bisa digunakan. Melansir dari YourTango, berikut enam barang yang sering dipertahankan lebih lama oleh orang yang tumbuh dalam keluarga dengan kondisi keuangan terbatas.
Perkembangan teknologi membuat perangkat elektronik baru terus bermunculan. Mulai dari ponsel pintar dengan fitur terbaru hingga perangkat pembaca buku digital, selalu ada produk baru yang menarik perhatian.
Namun, bagi orang yang tumbuh dalam keluarga yang terbiasa berhemat, mengganti perangkat elektronik bukanlah prioritas selama barang tersebut masih berfungsi.
Mereka mungkin tetap menggunakan ponsel lama, telepon rumah, atau pemutar DVD meskipun teknologinya sudah tertinggal. Selama perangkat tersebut masih bisa memenuhi kebutuhan, membeli yang baru dianggap belum diperlukan.
Kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa mereka cenderung mengutamakan fungsi dibandingkan tren. Bagi mereka, barang tidak harus selalu baru selama masih dapat digunakan dengan baik.
2. Perlengkapan Mandi dan Perawatan DiriOrang yang dibesarkan dalam keluarga hemat biasanya terbiasa mencari cara agar suatu barang bisa digunakan lebih lama. Kebiasaan tersebut dapat terlihat dari cara mereka menggunakan perlengkapan mandi dan produk perawatan diri.
Misalnya, mereka mungkin menambahkan air ke dalam sabun cair ketika isinya hampir habis atau tetap menggunakan kosmetik yang sudah lama tersimpan. Sebagian juga terbiasa menggunakan sikat gigi sampai bulunya benar-benar rusak.
Mereka bahkan mungkin mencuci dan menggunakan kembali kantong plastik berperekat untuk menyimpan berbagai perlengkapan.





