Dua Tahun Memimpin, Presiden Prabowo Terus Perkuat Pendidikan Santri Lewat Ditjen Baru di Kemenag

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com, Jakarta – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi tonggak sejarah baru dalam dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pemerintah secara resmi menguatkan ekosistem pendidikan Islam melalui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa hadirnya Ditjen Pesantren merupakan bentuk pengakuan konkret negara atas keringat dan darah perjuangan sejarah pesantren bagi kemerdekaan serta pembangunan karakter bangsa.

“Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,” tegas Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Suasana santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas saat waktu istirahat di area pondok setempat.
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Tepis Stigma: Santri Kini Ahli Robotika dan Luar Negeri

Dalam kesempatan tersebut, Menag menepis anggapan kuno yang menilai pendidikan pesantren dan madrasah hanya berfokus pada penguasaan kitab kuning dan ilmu agama semata.

Saat ini, pesantren telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan modern yang mampu melahirkan generasi unggul di bidang sains, teknologi, robotika, seni, hingga olahraga.

“Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan dari pondok pesantren lahir anak-anak yang ahli dalam bidang robotik dan banyak santri yang ke luar negeri dengan beasiswa,” jelasnya.

Motoran Santun di Sidoarjo, Santri Diajak Tertib Berlalu Lintas
Sumber :
  • tim tvOne

Pembenahan Tata Kelola dan Perlindungan Santri

Menag berharap kehadiran Ditjen Pesantren dapat memperkokoh posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

Meski demikian, penguatan kelembagaan ini dipastikan akan diiringi dengan peningkatan mutu kurikulum, pembenahan tata kelola, serta jaminan perlindungan bagi seluruh santri agar pesantren menjadi tempat belajar yang aman dan inklusif.

“Selamat Hari Santri kepada anak-anakku semuanya. Mari kita berbahagia dan berbangga dengan prestasi yang dicapai oleh pondok pesantren,” pungkas Menag. (raa/amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ruben Onsu Harus Waspada, Sarwendah Siap Lakukan Hal Ini Jika Tak Sanggup Bayar Cicilan Rumah Mewah di Cipete
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan Manchester United, Ungkap Masalah Kebugaran dan Persiapan Fisik
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Pendaftar Teacher Tech Championship BCA Naik 143 Persen, Tembus 357 Guru
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Sesi I Turun ke Level 5.234, Asing Lepas BMRI - BBRI dan Net Sell Rp 581 M
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
MUI Minta Umat Islam Tak Lagi Undang Habib Alwi, Soroti Ceramah yang Viral
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.