Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tengah mengevaluasi beberapa kawasan ekonomi khusus yang kinerjanya masih agak lambat. Meski demikian, Airlangga tidak menjelaskan dengan lengkap mengenai beberapa kawasan ekonomi khusus yang dimaksud.
"Kita juga sedang mengevaluasi juga beberapa kawasan ekonomi khusus yang kelihatannya masih agak lambat," ujar Airlangga kepada awak media di kantornya, Rabu (21/10/2026).
Dalam paparannya, Airlangga sempat menjelaskan kunjungan wisatawan di kawasan ekonomi khusus Lido masih perlu didorong. Sebab, potensi kunjungan wisatawan di kawasan tersebut hanya 220.000 orang pada 2027 dengan nilai ekonomi sebesar. Meski demikian, potensi devisa dari kawasan ekonomi khusus tersebut adalah US$1,8 miliar.
Adapun, potensi kunjungan wisatawan kawasan ekonomi khusus Lido itu lebih rendah dibandingkan dengan kawasan lain. Misalnya, kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali dengan potensi kunjungan wisatawan 600.000 orang dengan nilai ekonomi sebesar Rp600 miliar.
Selanjutnya, kawasan ekonomi khusus Mandalika dengan potensi kunjungan wisatawan sebanyak 1,6 juta orang dan event Moto GP dengan nilai ekonomi sebesar Rp8,6 triliun; dan kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung dengan potensi kunjungan wisatawan 1,5 juta orang dengan nilai ekonomi sebesar Rp3 triliun.
"KEK Lido ini juga masih perlu untuk didorong, 220.000 wisatawan dengan nilai Rp352 miliar," ujarnya.
Realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus mencapai Rp46 triliun pada Januari-September 2026. Angka ini baru setara 67% dari target investasi Rp69,1 triliun pada 2026.
Adapun, realisasi investasi hingga kuartal III-2026 mengalami penurunan sebesar 9,09% secara tahunan atau year-on-year bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Evaluasi Kinerja KEK tercatat capaian realisasi investasi Rp50,6 triliun hingga triwulan III-2025.
(mij/mij)




