fenomena Mars Trine Saturn, diyakini dimulai sejak 16 Oktober 2026, bertepatan dengan tekanan jual yang sempat membawa IHSG ke area 5.185.
IDXChannel - Usai mengalami rebound beruntun dalam dua hari perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang yang cukup untuk kembali melenggang di zona hijau.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Pengamat Pasar Modal, Gema Goeyardi, yang mendasarkan analisisnya pada metode astronacci, di mana dalam kondisi pasar saham domestik saat ini, nampak terjadinya fenomena Mars Trine Saturn, yang juga pernah terjadi pada April 2025 lalu.
"Ada kemiripan pola antara (April) 2025 dan (Oktober) 2026 ini. Pada April 2025, IHSG terkoreksi tajam hingga mendekati level 5.900, dan kemudian membentuk bottom lalu masuk ke fase pemulihan hingga menembus level 7.000-an pada periode berikutnya," ujar Gema, dalam keterangan resminya, Rabu (21/10/2026).
Pola serupa, yang dalam metode Astronacci disebut sebagai fenomena Mars Trine Saturn, diyakini Gema kembali terjadi, yang dimulai sejak 16 Oktober 2026, bertepatan dengan tekanan jual yang sempat membawa IHSG ke area 5.185.
Karenanya, dengan berbekal pendekatan historis tersebut, Gema juga mengamati potensi bottoming IHSG, dengan secara khusus menyoroti area 5.803 sebagai target pemulihan IHSG berikutnya.
"Level ini merupakan area gap yang terbentuk saat indeks mengalami tekanan jual. Sehingga, kika momentum bullish berlanjut, maka IHSG berpeluang bergerak menuju area (5.800-an) tersebut. Tapi, (peluang) ini juga akan tetap bergantung pada kekuatan pemulihan dan perkembangan sentimen pasar," ujar Gema.
Keyakinan Gema dalam menyusun analisis ini, juga diperkuat pada prediksi yang dibuat pada pekan lalu, di mana saat itu Gema memang telah memproyeksikan bakal adanya peluang rebound bagi IHSG pada kisaran tanggal 20-21 Oktober 2026.
Pada 19 Oktober 2026 juga, Gema sempat membagikan analisisnya, yang memperkirakan bahwa IHSG bakal ditutup dengan candle hijau, yang kemudian benar-benar terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir.
"Kalaupun closing red lagi, it's okay. 20 tahun saya di pasar saham sejak 2006, short term pain, long term gain. History will repeat itself," ujar Gema.
(taufan sukma)





