Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap temuan kandungan zinc berlebih pada produk beras fortifikasi bermasalah yang diperiksa di laboratorium. Temuan tersebut menjadi bagian dari dugaan ketidaksesuaian kandungan gizi produk dengan klaim pada label kemasan.
"Hasil pemeriksaan lab itu khusus zinc, itu melebihi 120 persen. Sedangkan batas normalnya harusnya hanya 40 miligram zinc yang harus dikonsumsi oleh manusia normal per hari," ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Baca Juga :
Bapanas Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
“Yaitu dalam waktu singkat dia bisa mual, muntah, sakit perut, diare, pusing,” ujar Hermawan.
Beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai standar. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin.
Hermawan menambahkan, konsumsi zinc tinggi secara terus-menerus dapat menghambat penyerapan tembaga yang memicu anemia hingga gangguan saraf. Temuan bahaya ini terungkap setelah Bapanas mendapati 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang diperiksa tidak memenuhi standar.
Atas temuan tersebut, Bapanas telah memerintahkan penghentian produksi, penarikan produk dari peredaran, serta pencabutan izin edar terhadap 25 merek beras fortifikasi bermasalah. Langkah tegas ini diambil untuk melindungi keselamatan dan kesehatan konsumen secara luas.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)



