Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sejumlah program telah berjalan. Bantuan Sosial, Sekolah Rakyat, hingga Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk menjawab kebutuhan rakyat. Tetapi keberhasilan tidak cukup diukur dari program yang diluncurkan, melainkan tentu dari manfaat yang bisa dirasakan. Apresiasi bukan berarti selesai dan dukungan bukan juga berarti bebas dari evaluasi.
Pemerintah tidak cukup hanya bicara capaian, hasilnya harus bisa dibuktikan. Lantas apakah 2 tahun ini sudah membawa perubahan atau justru masih banyak PR yang belum dituntaskan?
Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selalu menjadi sorotan menarik dalam menilai arah perjalanan bangsa ke depan. Menariknya, sejumlah survei terbaru menunjukkan hasil yang beragam. Perbedaan ini tentu memunculkan satu pertanyaan mendasar, apa yang sebenarnya sedang diukur dari kepuasan publik?
Baca Juga :
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Relawan Beberkan 9 Tekad Tumbuh Merakyat
Angka kepuasan memang bisa menjadi cerminan persepsi masyarakat, tapi apakah persepsi itu benar-benar sejalan dengan apa yang dirasakan? Pemerintah tentu memiliki program dan capaian yang bisa menjadi tolok ukur keberhasilan, tapi di sisi lain masyarakat juga punya hak untuk menilai apakah berbagai kebijakan itu benar-benar menjawab kebutuhan. Lantas apakah tingginya angka kepuasan publik sudah dirasa cukup untuk membuktikan keberhasilan pemerintah?
Pertanyaan tersebut akan dibahas tuntas para narasumber yang hadir di Cover Both Sides. Deputi III Bakom RI, Kurnia Ramadhana dan Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago yang akan memberikan pandangannya masing-masing.




