Ciamis, VIVA – Seorang pria berinisial Ayat (60) meninggal dunia setelah mengamuk dan menyerang dua anggota Polri serta sejumlah warga di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Polisi menyebut pria tersebut memiliki riwayat gangguan jiwa berdasarkan keterangan puskesmas setempat.
Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Iskandar mengatakan, Ayat merupakan warga Dusun Pagadungan, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar. Sebelum kejadian, pelaku disebut mengamuk setelah ditegur warga pada Selasa, (20/10/26) sore.
"ODGJ dan punya riwayat dan dikuatkan juga oleh puskesmas setempat gitu. Sudah sering katanya melakukan hal itu (menyerang orang)," kata Eko, Kamis (22/10/26).
Menurut Eko, pelaku kemudian melakukan pembacokan terhadap warga. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Banjarsari, hingga personel kepolisian mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku.
Namun, saat polisi tiba, Ayat sudah berada di atap rumah warga dan menolak turun hingga malam hari. Petugas kemudian berupaya membujuknya dan meminta bantuan pemadam kebakaran (damkar).
"Anggota datang ke sana, pelaku tidak mau turun, dibujuk, minta bantuan damkar, disemprot oleh damkar sehingga dia turun," katanya.
Situasi berubah setelah pelaku turun dari atap. Ayat disebut menyerang kerumunan warga menggunakan parang hingga mengenai seorang anggota Polri yang sedang melakukan pengamanan. Anggota lainnya yang berusaha membantu rekannya juga terkena sabetan senjata tajam tersebut.
Kapolres menyebut kondisi saat itu sulit dikendalikan karena pelaku tidak hanya menyerang polisi, tetapi juga warga di sekitar lokasi. Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Alhamdulillah kondisinya (korban) stabil, cuma kan memang satu yang memang sudah operasi anggota saya tangannya," katanya.
Eko menjelaskan, aksi penyerangan tersebut membuat warga ketakutan. Di tengah situasi yang tidak terkendali, masyarakat kemudian berupaya bersama-sama melumpuhkan pelaku.
Akibat tindakan tersebut, Ayat akhirnya tidak berdaya dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
"Jadi, situasinya tidak terkendali begitu. Dia lihat membacok, membabi buta itu, sehingga masyarakat itu emosi," katanya.
Kapolres memastikan jajarannya telah diterjunkan untuk menjaga keamanan di tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus mengantisipasi situasi lanjutan setelah peristiwa tersebut. (Ant)





