VIVA – Manchester United mengalami malam kelam setelah dibantai Como dengan skor 1-4 dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini semakin menambah tekanan terhadap pelatih Michael Carrick.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi Setan Merah. Pertahanan mereka kembali kebobolan pada menit-menit awal, hanya delapan hari setelah mengalami kejadian serupa saat menghadapi Atletico Madrid.
Menghadapi Como, gawang Manchester United sudah jebol ketika pertandingan baru berjalan 118 detik. Nico Paz menjadi pencetak gol pembuka sekaligus salah satu pemain paling menonjol dalam kemenangan tim tuan rumah.
Catatan tersebut membuat Manchester United menjadi klub Inggris pertama yang kebobolan dalam dua menit pertama pada dua pertandingan besar antarklub Eropa secara beruntun.
Perbedaan perjalanan kedua klub terlihat mencolok. Ketika Manchester United terakhir kali menjuarai Liga Champions pada 2008, Como masih berkompetisi di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia.
Kini, milik Hartono Bersaudara itu justru mampu tampil dominan ketika menghadapi klub raksasa Inggris tersebut. Nico Paz mencetak dua gol dan menyumbangkan assist untuk gol Tasos Douvikas. Sementara itu, Jacobo Ramon turut mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan.
Manchester United bahkan sempat berada dalam ancaman menyamai kekalahan terbesar mereka di kompetisi Eropa. Rekor buruk tersebut terjadi pada 1964, ketika Setan Merah takluk 0-5 dari Sporting.
Di tengah situasi sulit, Carrick melakukan sejumlah pergantian pemain. Matheus Cunha dan Andrey Santos, dua pemain rekrutan Ineos dengan nilai transfer gabungan 110 juta pound sterling, ditarik keluar saat jeda pertandingan.
Kapten Bruno Fernandes juga digantikan Joshua Zirkzee pada pertengahan babak kedua. Namun, perubahan tersebut tidak cukup untuk membendung dominasi Como.
Manchester United baru mencetak gol hiburan pada masa tambahan waktu babak kedua. Zirkzee memaksimalkan umpan silang Amad Diallo untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4.
Kekalahan ini membuat posisi Carrick semakin mendapat sorotan. Seusai pertandingan, ia terlihat berjalan menghampiri suporter Manchester United untuk memberikan penghormatan.
Carrick beberapa kali mengangkat kedua tangannya sebagai bentuk permintaan maaf kepada pendukung yang hadir di stadion.





