jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Citra Institute Efriza menilai dominasi koalisi pemerintah di parlemen belum sepenuhnya menjawab harapan masyarakat terhadap kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Menurut Efriza, besarnya dukungan politik semestinya menjadi modal bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menghasilkan terobosan kebijakan yang signifikan.
BACA JUGA: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bagaimana Janji Lapangan Kerja?
“Pemerintahan ini menikmati kekuatan dukungan koalisi yang dominan di parlemen, sehingga relatif minim hambatan dalam pengambilan keputusan,” kata Efriza kepada JPNN.com, Rabu (21/10).
Namun, dia menilai kekuatan politik tersebut belum otomatis menghasilkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.
BACA JUGA: Survei Dua Tahun Prabowo-Gibran Melorot 13 Persen, Efriza: Jadi Catatan Penting Pemerintah
“Dengan kekuatan politik yang besar, masyarakat tentu berharap lahir terobosan kebijakan yang signifikan,” ujarnya.
Efriza mengatakan sebagian publik masih melihat pemerintah lebih banyak berkutat pada pencitraan program dan konsolidasi kekuasaan dibandingkan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: Vox Politica Merilis Tujuh Menteri Kinerja Buruk
Dia juga menyoroti hubungan pemerintah dengan kelompok masyarakat yang kerap diwarnai perbedaan pandangan.
Menurut Efriza, kritik publik seharusnya diperlakukan sebagai masukan untuk mengevaluasi kebijakan, bukan semata-mata dianggap sebagai serangan politik.
“Ketika kritik yang muncul malah dinilai sebagai serangan politik, bukan dinilai sebagai refleksi dari ekspektasi publik yang belum sepenuhnya terpenuhi,” katanya.
Efriza menilai pemerintah perlu membuktikan bahwa dukungan politik yang besar dapat diterjemahkan menjadi kinerja efektif dan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Tanpa hal tersebut, dominasi politik pemerintah berisiko dipersepsikan sebagai konsentrasi kekuasaan yang tidak sebanding dengan hasil kinerja. (kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kompol Yulianto Terluka Saat Penggerebekan Gudang Uang Palsu di Tangsel
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra




