HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulsel membidik penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029 melalui penguatan struktur organisasi, perekrutan figur potensial, dan evaluasi terhadap pengurus yang tidak aktif.
Konsolidasi internal menjadi pekerjaan utama partai untuk menghidupkan kembali kekuatan politiknya di Sulsel.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella menegaskan soliditas dan kesungguhan kader menjadi penentu keberhasilan partai dalam merebut kembali kursi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulsel.
Hal itu disampaikan Patrice dalam kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura di Hotel Dalton Makassar pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Patrice mengatakan bahwa kunjungan ke Sulsel merupakan bagian dari konsolidasi nasional ke-24.
Dalam pertemuan bersama pengurus DPD, DPC, serta anggota legislatif Hanura tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sulsel, DPP menyamakan persepsi sekaligus memperkuat semangat kader untuk menuntaskan pembentukan struktur partai hingga tingkat kecamatan.
“Kami mengambil kesimpulan bahwa hari ini, setelah mendengarkan laporan dari ketua DPD dan kita bertemu, kita merasakan bahwa semangat Partai Hanura di Sulawesi Selatan ini masih terjaga dengan baik,” kata Patrice.
Menurutnya, semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk menyelesaikan seluruh kepengurusan DPC dan pengurus anak cabang (PAC) di Sulsel.
Patrice mengingatkan bahwa salah satu hambatan yang harus diatasi adalah rendahnya kedisiplinan dan kemauan sebagian kader dalam menjalankan agenda organisasi.
“Jadi sepanjang itu bisa diatasi, malasnya para pengurus DPC misalnya, saya meyakini bahwa di tiga dapil untuk DPR RI Sulawesi Selatan ini, kami bisa mencuri satu atau dua kursi untuk waktu yang akan datang,” ujarnya.
Ia menyebut Hanura pernah memiliki kursi di Sulsel. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk membangun kembali kekuatan partai, meskipun dinamika politik dan perpindahan figur terus terjadi.
Bagi Patrice, keluar-masuknya tokoh politik bukan faktor utama yang menentukan kekuatan partai. Menurut dia, keberadaan mesin politik yang aktif dan struktur organisasi yang solid lebih penting untuk menjaga keberlanjutan partai.
“Hanura itu tidak boleh juga membesarkan partai ini tergantung pada figur orang. Ketika orangnya pergi, partainya kempes. Tapi kalau partainya terjaga, figur keluar masuk itu tetap suasananya akan terjaga,” tegasnya.
Patrice menambahkan bahwa DPP tetap membutuhkan figur dengan ketokohan dan kapasitas elektoral yang memadai untuk menghadapi Pemilu 2029. Namun, perekrutan calon anggota legislatif harus berjalan beriringan dengan pembenahan struktur partai.
Selain konsolidasi organisasi, Hanura menyiapkan strategi perekrutan figur melalui mekanisme yang disebut naturalisasi, yakni merekrut tokoh politik dari luar partai untuk memperkuat peluang elektoral di daerah pemilihan tertentu.
Patrice mengatakan bahwa langkah tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil survei setelah konsolidasi nasional selesai.
DPP akan memetakan daerah pemilihan yang memiliki peluang bagi Hanura untuk memperoleh kursi, kemudian menentukan kebutuhan figur yang akan diusung.
“Ketika di dalam survei itu mengatakan bahwa Hanura punya potensi untuk dapat kursi, tinggal kita mencari calegnya. Apakah calegnya internal atau dikombine antara internal dengan naturalisasi itu,” jelasnya.
Menurut Patrice, perekrutan figur tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Partai harus memastikan daerah pemilihan yang digarap memiliki peluang elektoral berdasarkan hasil pemetaan.
Ia juga menilai tokoh lokal akan memegang peranan penting dalam Pemilu 2029. Karena itu, DPD dan DPC didorong aktif mengidentifikasi serta merekrut figur potensial yang memiliki basis dukungan di daerah masing-masing.
Dalam konteks Sulawesi Selatan, Patrice menyebut DPP telah melihat peluang di tiga daerah pemilihan DPR RI. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian kursi tetap bergantung pada hasil konsolidasi, kekuatan struktur, dan kesungguhan kader.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan DPP dengan mempercepat konsolidasi organisasi.
Ia menegaskan bahwa target politik Hanura di Sulawesi Selatan hanya dapat dicapai jika seluruh kader menjaga soliditas, bekerja keras, dan menjalankan tanggung jawab organisasi.
“Insyaallah, dengan satu kuncinya: soliditas dan bekerja keras dan berdoa,” kata Andi Muhammad.
Ia juga memberi peringatan kepada ketua DPC yang tidak aktif, tidak fokus, dan berulang kali mengabaikan arahan organisasi. DPD, kata dia, membuka kemungkinan mengusulkan pergantian pengurus apabila kondisi tersebut terus berlanjut.
“Ketua DPC yang malas, tidak fokus dan sudah diingatkan berkali-kali, ya terpaksa kita akan menunggu waktu lagi, akhirnya kita akan usulkan agar adanya pergantian. Dan masih banyak kader yang mau menjadi ketua yang punya loyalitas yang tinggi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konsolidasi Hanura Sulsel tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi kepengurusan, tetapi juga pada peningkatan kedisiplinan dan kinerja kader.
Andi Muhammad menyebut Hanura saat ini memiliki satu kursi di DPRD Sulawesi Selatan dan 20 kursi di DPRD kabupaten/kota. Ia berharap seluruh daerah pemilihan dapat terisi pada pemilu mendatang.
Terkait target DPR RI, ia menyampaikan optimisme bahwa target yang telah ditetapkan dapat tercapai apabila seluruh struktur partai bekerja secara solid.
Untuk menuntaskan pekerjaan organisasi, DPD Hanura Sulsel menargetkan pembentukan kepengurusan PAC di seluruh kecamatan selesai dalam waktu sekitar enam bulan.
Andi Muhammad mengatakan, penyelesaian struktur tersebut diharapkan rampung sebelum kunjungan kedua Tim Task Force DPP Hanura dan sebelum pelaksanaan verifikasi administrasi serta faktual.
Target itu menjadi salah satu tolok ukur penting bagi Hanura Sulsel dalam menjalankan agenda konsolidasi yang telah ditetapkan DPP.
Dengan demikian, tantangan Hanura Sulsel tidak berhenti pada penetapan target perolehan kursi. Partai juga harus memastikan kepengurusan di tingkat daerah benar-benar aktif, perekrutan calon legislatif berbasis pemetaan elektoral, dan konsolidasi berjalan sesuai jadwal.
Keberhasilan agenda tersebut akan menentukan sejauh mana Hanura mampu mengubah semangat konsolidasi menjadi kekuatan politik nyata menjelang Pemilu 2029.(ams)





