Apa Itu Istitha’ah Kesehatan Haji? Syarat Penting yang Diperketat Kemenhaj untuk Jemaah 2027

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI akan memperketat penerapan istitha’ah kesehatan bagi calon jemaah haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. 

Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah untuk menekan angka kematian jemaah di Tanah Suci sekaligus memastikan calon jemaah yang diberangkatkan benar-benar mampu menjalankan ibadah haji dari sisi kesehatan.

Pengetatan tersebut menjadi salah satu bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemerintah berupaya memperbaiki proses persiapan keberangkatan, terutama dalam memastikan kondisi kesehatan jemaah sebelum mereka menyelesaikan pelunasan biaya haji.

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi pijakan penting untuk menyusun berbagai perbaikan pada musim haji berikutnya. Salah satu aspek yang mendapat perhatian serius adalah pelaksanaan pemeriksaan dan penetapan istitha’ah kesehatan.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, juga mengingatkan calon jemaah agar mempersiapkan keberangkatan secara menyeluruh. 

Persiapan tersebut tidak hanya mencakup kemampuan finansial, tetapi juga pemahaman ilmu manasik, termasuk rukun, wajib, dan sunah haji, serta kesiapan fisik.

Pemerintah mengimbau calon jemaah untuk segera menjalani pemeriksaan kesehatan dan mempersiapkan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sesuai jadwal resmi yang nantinya ditetapkan. 

Meski demikian, calon jemaah perlu memperhatikan bahwa ketentuan kesehatan dan jadwal pelunasan harus merujuk pada pengumuman resmi pemerintah.

Ilustrasi Haji
Sumber :
  • ANTARA

Apa Itu Istitha’ah Kesehatan Haji?

Istitha’ah merupakan kemampuan atau kesanggupan seseorang untuk menunaikan ibadah haji. Kemampuan ini meliputi aspek kesehatan fisik dan mental, finansial, keamanan perjalanan, serta kesiapan menjalankan rangkaian ibadah sesuai ketentuan syariat.

Dalam konteks kesehatan, istitha’ah digunakan untuk menilai apakah calon jemaah mampu menjalankan ibadah haji dengan mempertimbangkan kondisi medis dan risiko yang mungkin dihadapi selama berada di Arab Saudi.

Pemeriksaan kesehatan menjadi penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki dalam jarak tertentu, tawaf, sai, dan wukuf di Arafah. 

Kondisi cuaca, kepadatan jemaah, serta perubahan pola aktivitas juga dapat meningkatkan risiko kesehatan, khususnya bagi orang dengan penyakit tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fundamental Perekonomian Terjaga, Dampak bagi Rakyat Kian Merata
• 1 jam laludisway.id
thumb
Bos Toshida Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Suap Eks Ketua Ombudsman
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Tarik Saldo ShopeePay di Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan ATM BCA
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Perkara Payment Gateway Denny Indrayana Digugat via Praperadilan
• 1 jam laluokezone.com
thumb
4 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Tinggi saat Duduk Sendiri
• 21 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.