KKP Libatkan Warga Jaga Bangkai Kapal USS Houston di Selat Sunda, Cegah Pencurian Artefak dan Penangkapan Ikan Merusak

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melibatkan masyarakat sekitar Selat Sunda dalam pengawasan situs bangkai kapal perang USS Houston untuk mencegah pencurian artefak, pengangkatan benda bersejarah secara ilegal, serta aktivitas penangkapan ikan yang berpotensi merusak situs bawah laut tersebut.

Program perlindungan ini dilaksanakan melalui USS Houston Shipwreck Preservation Project yang diluncurkan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Arkeolog maritim KKP, Nia Naelul Hasanah Ridwan, mengatakan masyarakat setempat akan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengawasi situs bersejarah tersebut secara langsung.

“Jadi, masyarakat ini yang kami jadikan sebagai core, front line untuk nanti pelindungan situs kapal ini. Dalam proyek ini memang rencananya adalah upaya-upaya untuk membekali masyarakat,” kata Nia saat peluncuran proyek tersebut.

Pengawasan akan dilakukan melalui pembentukan kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) yang berada di bawah koordinasi KKP.

Proyek pelestarian bangkai kapal USS Houston juga memperoleh dukungan pendanaan sebesar 227.000 dolar AS atau sekitar Rp4 miliar untuk pelaksanaan selama dua tahun.

KKP Bentuk Kelompok Pengawas untuk Lindungi Situs USS Houston

KKP menyiapkan sistem pengawasan berbasis masyarakat sebagai langkah untuk meningkatkan perlindungan terhadap bangkai kapal USS Houston di perairan Selat Sunda.

Melalui program tersebut, warga akan mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga situs arkeologi bawah air dari berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan kerusakan.

Nia menjelaskan bahwa masyarakat akan dilatih untuk mengenali dan memantau potensi pencurian artefak serta pengangkatan benda bersejarah tanpa izin.

Selain itu, pengawasan juga diarahkan untuk mencegah praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan laut, termasuk penggunaan bom ikan.

Pembentukan pokmaswas diharapkan memperkuat pemantauan situs karena masyarakat berada di sekitar lokasi dan dapat melakukan pengawasan secara berkelanjutan.

Menurut Nia, keterlibatan warga menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan pelestarian situs bersejarah tersebut.

“Masyarakat itu sebenarnya pemilik heritage itu, karena mereka yang tinggal di sana,” ujarnya.

Proyek Pelestarian USS Houston Didukung Dana Rp4 Miliar

Program perlindungan bangkai kapal USS Houston mendapat dukungan pendanaan melalui Ambassador’s Fund for Cultural Preservation (AFCP).

Total anggaran yang disediakan mencapai 227.000 dolar AS atau setara sekitar Rp4 miliar untuk jangka waktu dua tahun.

Pendanaan tersebut mendukung upaya perlindungan dan pelestarian situs bangkai kapal yang memiliki nilai sejarah bagi Indonesia dan Amerika Serikat.

Pelaksanaan proyek juga menjadi bagian dari kerja sama kedua negara dalam menjaga peninggalan sejarah Perang Dunia II.

KKP menempatkan penguatan kapasitas masyarakat sebagai salah satu langkah utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Dengan melibatkan warga sekitar, pengawasan diharapkan dapat terus berlangsung sebagai bagian dari upaya pelestarian jangka panjang.

Bangkai USS Houston Jadi Makam Perang Lebih dari 650 Personel AS

Bangkai kapal USS Houston merupakan salah satu situs bersejarah peninggalan Perang Dunia II yang berada di perairan Selat Sunda.

Situs tersebut memiliki nilai sejarah karena menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 650 pelaut dan personel Korps Marinir Amerika Serikat.

Keberadaan bangkai kapal itu menjadikannya bukan hanya peninggalan arkeologi bawah air, tetapi juga situs makam perang yang memerlukan perlindungan.

Upaya pelestarian dilakukan untuk menjaga kondisi bangkai kapal sekaligus menghormati nilai sejarah yang melekat pada lokasi tersebut.

Proyek ini juga diarahkan untuk mempertahankan USS Houston sebagai bagian dari sejarah bersama Indonesia dan Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II.

Wisata Selam Bersejarah Diharapkan Bermanfaat bagi Warga

Selain memperkuat pengawasan, KKP berharap pelestarian bangkai USS Houston dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang kepada masyarakat setempat.

Salah satu peluang yang dipertimbangkan adalah pengembangan wisata selam bersejarah secara berkelanjutan.

Pengembangan wisata tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan perlindungan situs dan menjaga kelestarian lingkungan bawah laut.

Nia menekankan pentingnya menjadikan masyarakat sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan perlindungan warisan sejarah di wilayah mereka.

Melalui pembentukan kelompok pengawas dan peningkatan pengetahuan warga, KKP berupaya mencegah kerusakan situs sekaligus memastikan peninggalan sejarah USS Houston tetap terjaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bonatua Siap Ajukan Dua Bukti Tambahan Gugatan Legalisir Ijazah Jokowi
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Pengamat Hukum Pidana Nilai Penjara Untuk Anak Pelaku Bullying Down Syndrome Bukan Efek Jera
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bank Sentral Korea Tahan Suku Bunga 3%, Inflasi Masih Panas
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Alasan Gen Z Gemar Tren Soft Launch saat Kenalkan Pasangan di Medsos
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bareskrim Bongkar Dugaan Pemalsuan Kandungan 5 Merek Beras Fortifikasi, Barang Bukti Rp1,15 Miliar Disita
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.