Kondisi daya beli masyarakat serta dinamika suku bunga pembiayaan masih menjadi tantangan utama bagi pertumbuhan industri otomotif nasional pada kuartal ketiga 2026. Masyarakat semakin berhati-hati dalam mengeksekusi pembelian barang tersier berbiaya besar.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menyoroti penurunan tipis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari 118,5 pada Agustus menjadi 118,1 pada September 2026. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini juga mencatatkan penurunan dari angka 109,4 menjadi 107,5 pada periode yang sama.
"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih optimistis terhadap prospek ekonomi, tetapi semakin berhati-hati dalam melakukan pembelian bernilai besar," kata Josua kepada kumparan, Senin (19/10).
"Dengan sekitar 70 persen pembelian kendaraan secara historis menggunakan pembiayaan, tingkat bunga kredit, besarnya uang muka, dan kemampuan membayar cicilan tetap sangat menentukan permintaan," ujarnya.
Total penjualan mobil secara ritel langsung ke konsumen pada September 2026 berada di angka 81.243 unit, atau terkoreksi 2,6 persen dibandingkan Agustus yang mencapai 83.421 unit. Namun secara akumulatif (YoY), kinerja penjualan ritel September 2026 masih tumbuh 27,4 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Tingginya ketergantungan industri otomotif pada lembaga pembiayaan membuat penyesuaian suku bunga kredit berpengaruh langsung pada keputusan pembelian. Calon konsumen cenderung menunda transaksi apabila syarat uang muka serta besaran cicilan bulanan dirasa memberatkan.
Situasi ekonomi yang penuh pertimbangan ini memberi peluang besar bagi merek kendaraan yang menawarkan keterjangkauan harga awal serta efisiensi biaya kepemilikan. Kelompok konsumen kelas menengah cenderung memilih produk yang memberikan nilai manfaat optimal atas dana yang dikeluarkan.
"Dalam situasi ini, kendaraan dengan harga lebih terjangkau dan biaya penggunaan lebih rendah memiliki peluang menarik konsumen, khususnya kelompok menengah," ucap Josua.
"Meski demikian, harga kendaraan listrik yang kompetitif perlu dibandingkan dengan biaya kepemilikan secara menyeluruh, termasuk ketersediaan pengisian daya, kondisi baterai, biaya perbaikan, dan nilai jual kembali," tegasnya.
Josua biang, perusahaan pembiayaan dan perbankan diimbau untuk terus menghadirkan paket kredit yang fleksibel guna menjaga daya beli masyarakat harian. Kolaborasi antara distributor otomotif dan lembaga keuangan menjadi krusial untuk menopang volume penjualan hingga akhir tahun.
Evaluasi terhadap skema pembiayaan yang terjangkau diharapkan mampu menstimulasi kembali gairah pasar kendaraan penumpang di kuartal mendatang.





