KOMPAS.TV - Unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan besar di sejumlah kota di Prancis pada Sabtu, 17 Oktober lalu.
Di Paris, bentrokan antara demonstran dan polisi berlangsung hingga malam hari. Petugas menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.
Di Limoges, gedung balai kota yang telah berusia 143 tahun hancur dalam kebakaran dahsyat yang diduga dilakukan demonstran bertopeng.
Aksi penjarahan juga terjadi di sejumlah kota, dan laporan terkait vandalisme juga meluas, yang menyasar kantor balai kota dan berbagai bangunan komersial lainnya.
Menanggapi masifnya aksi di sejumlah titik di Prancis, Presiden Emmanuel Macron mengancam akan melarang aksi dan akan menindak tegas para demonstran.
Macron berjanji akan membawa pelaku ke pengadilan. Ia bahkan menuding kelompok ekstremis sayap kiri sebagai penggerak utama kerusuhan.
Sedikitnya hampir 2.400 orang ditangkap, sementara sekitar 550.000 orang diperkirakan turun ke jalan pada Sabtu lalu.
Namun, gelombang protes dan kerusuhan tak hanya terjadi di sejumlah kota di Prancis saja. Di waktu yang bersamaan, aksi unjuk rasa mahasiswa juga terjadi di Brussels, Belgia.
Bentrokan antara demonstran dan polisi pun tak terhindarkan. Demonstran menentang pendanaan pendidikan dan kebijakan pemerintah.
Di Milan, Italia, lebih dari 5.000 demonstran membanjiri jalan Milan. Mereka menentang kenaikan harga bahan bakar, upah rendah, dan biaya hidup.
Aksi ini juga berubah menjadi bentrokan dahsyat antara demonstran dan polisi huru-hara. Sejumlah barikade di tengah kota pun terbakar dalam bentrokan ini.
Pengunjuk rasa juga menembakkan kembang api dan melemparkan benda ke arah polisi di Albania, tepatnya pada hari Minggu waktu setempat.
Tidak berbeda dengan aksi yang terjadi di Lisbon, Portugal, ribuan demonstran turun ke jalan untuk meminta upah yang lebih baik dan rumah yang terjangkau.
Kemlu mengimbau WNI di Prancis untuk tetap waspada menyusul demonstrasi di Paris dan beberapa kota lain.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- demo
- demo paris
- perancis
- biaya hidup mahal
- negara eropa





